Pekerjaan Peningkatan Jembatan Lebakwangi Diduga Tidak Sesuai dengan Spesifikasi Teknis



SERANGTIMUR.CO.ID, SERANG | Paket kerjaan peningkatan jembatan Lebak Wangi yang berlokasi di Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, yang sedang dikerjakan CV. Global Perkasa, diduga dalam pelaksanaanya tidak sesuai dengan spesifikasi tekhnis.

Pantauan serangtimur.co.id Senin (24/09/2019) lalu, terdapat kejanggalan dalam proyek peningkatan jembatan ini. Dimana pondasi bekas jembatan yang lama tidak di bongkar, melainkan hanya di sisir saja dan di lapis dengan pasangan batu 30 cm dan tidak digali.

Ketika dikonfirmasi, pihak Konsultan Asep mengungkapkan bahwa pondasi di bongkar dan di gali. Dikarenakan nantinya di ganti dengan pondasi baru.

"Itu digali, kata siapa tidak digali," ungkap Asep.

Namun ketika Asep diminta untuk memperlihatkan gambar, Asep berdalih tidak kebawa.

"Gambarnya ketinggalan dan tidak kebawa sama saya," kilah Konsultan Peningkatan Jembatan Lebak Wangi.

Di lain waktu, pelaksana lapangan Abu ketika hendak dikonfirmasi, yang bersangkutan tidak pernah berada dilokasi untuk mengawasi kegiatan.

Terpisah, kepala petukang Ade menjelaskan bahwa dirinya hanya di suruh oleh konsultan dan pelaksana.

"Untuk pondasi yang lama itu di bongkar 65 cm dan di gali dengan kedalaman 80cm, dan akan di ganti dengan pondasi baru sesuai lebar bongkaran 65 cm dan sesuai kedalaman galian 80 cm," jelasnya.

Terkait gambar, Ade menambahkan, bahwa untuk pembongkaran fisik yang lama itu tidak ada digambarnya.

"Gambar itu hanya berlaku buat fisik yang baru, dan untuk fisik yang lama itu tidak ada gambarnya," tambahnya.

Sementara itu, pengawas lapangan Hilmi menolak untuk dimintai keterangan. Dirinya hannya menerangkan jangan menanyakan ini ke pak Ade, karna dia hanya menjalankan perintah.

"Konsultan bersama pak Rudi dari Dinas mengatakan bahwa ini sudah sesuai spek, kalau tidak sesuai silahkan dibongkar," ucapnya.

Untuk diketahui, peningkatan Jembatan Lebak Wangi yang sedang dikerjakan CV Gobal Perkasa dengan nomor kontrak 630/15-PK.2789245/SPK/JBT-LBK.WG/PPK-BM/DPUPR/2019 anggaran mencapai Rp 670.437.900,00 dan waktu pelaksanaan 120 hari kalender dan masa pemeliharaan 180 hari kalender.

(Medi/Suprani)

Posting Komentar

0 Komentar