Kopti Kota Serang Minta Pemprov Banten Subsidi Harga Kedelai




SERANG | Akibat meroketnya harga kedelai di pasaran, Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) Kota Serang meminta Disperindag Provinsi Banten untuk mengajukan subsidi kedelai. Hal ini dikarenakan para pengrajin tahu tempe mengeluhkan harga kedelai di pasaran meroket, Selasa (5/1/2021).


Ketua Kopti Kota Serang, Redi Kurniadi mengatakan, adanya kenaikan harga yang cukup signifikan, memaksa para pengraji tahu dan tempe tidak berorientasi pada keuntungan. Melainkan pada konteks mempertahankan pasar.


"Menyikapi harga yang lumayan tinggi, sekarang sebetulnya pengrajin ini bukan untuk mencari keuntungan. Tetapi untuk mempertahankan market dan menjaga karyawan agar tidak di-PHK," kata Redi seusai melakukan audiensi, di Kantor Disperindag Provinsi Banten.


Lanjutnya, Kopti Kota Serang meminta agar Disperindag Banten dapat menjembatani ke pemerintah Pusat untuk meminta bantuan kaitan ketersediaan bahan baku produksi dan stabilitas harga. Sebab, untuk pengrajin di Kota Serang sejak 30 Desember 2020 sampai 2 Januari 2021 sempat berhenti produksi.


"Tidak produksi ini memang bukan karena mogok. Namun sedang penyesuaian harga aja, karena harga kedelai di pasaran yang mahal membuat kerugian yang besar kemarin. Selain itu kita juga sembari sosialisasi akan ada kenaikan harga. Karena ada kenaikan harga bahan baku, untuk tahu kita naikan Rp 100 per-biji," katanya.


Sementara Kepala Disperindag Provinsi Banten, Babar Suharso mengatakan, pihaknya memang tidak menampik bahwa harga kedelai di Provinsi Banten mengalami kenaikan.


"Harga kedelai mengalami kenaikan harga sejak Oktober 2020 hingga Januari 2021. Harganya pelan-pelan naik terus, kenaikan ini sudah melampaui harga acuan yang ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan," ujarnya.


Babar menyebut, harga acuan kedelai sebelumnya hanya Rp 6.800 per-kilogram. Namun saat ini, terpantau di pasar yang ada di Banten, rata-rata haraga kedelai berkisar Rp10.200 per-kilogram.


"Ini sangat membebani teman-teman pengrajin tahu tempe di Banten," ucapnya.


#Redaksi

Post a Comment

0 Comments