PAS dalam Perspektif Sosial Masyarakat Aceh

ACEH UTARA | Mungkin bagi masyarakat Aceh Di Kawasan Jabodetabek. Keberadaan Ormas  PAS ini sudah tidak asing lagi. Semenjak didirikan di tahun 2012. PAS (Persaudaraan Aceh Seranto), awalnya lebih banyak berkiprah pada bidang Advokasi dan upaya melindungi masyarakat Aceh  di kawasan Tangerang dan sekitarnya, khususnya para pedagang pedagang, sehingga tidak mengherankan kalau logo PAS tertempel di Tempat tempat usaha mereka.


Meski para pendiri PAS yang dimotori oleh H. Akhyar Kamil, SH.dan  para putra Aceh yang mengadu nasib di Jakarta, atau istilah Ketumnya Para pekerja Pom Bensin. (Dalam artian memulai hidup dari Nol).


Namun PAS kemudian terus mengembankan misi sosialnya disektor sektor lain seperti membantu Korban Banjir di kawasan Jakarta dan sekitarnya Perayaan maulid Akbar, Buka Puasa Bersama Dan mendirikan Meunasah Aceh di kawasan Ciledug kota Tangerang.


Pagelaran Seni Budaya Aceh di Jakarta, dengan semangat kebersamaan inilah akhirnya nama PAS terus melejit dan berkembang seiring timbulnya kepercayaan dari masyarakat Aceh diperantauan. Sehingga keberadaannya mulai mendapat perhatian dari para tokoh tokoh Aceh lain dengan  bersilaturrahmi di kediaman Ketum Pas di jalan Tangerang Kota, sebagai Organisasi non politik dan hanya fokus pada misi sosial

.

Tampaknya PAS telah menempatkan posisi tersendiri di hati masyarakat Aceh. Yang merasa senasip dan sepenanggunang tanpa membedakan kelas ekonomi, Profesi dan Gaya hidup, Sehingga peran kepedulian sosial ini terus dikembangkan seperti misi pemulangan Jenazah warga Aceh yang meninggal diperantauan.


Pemulangan Warga Aceh yang menderita Sakit berat. Setidaknya  semenjak berdirinya PAS sudah 51 jenazah Warga Aceh yang di pulangkan ke kampung halamannya tidak hanya di kawasan Jabodetabek, tapi juga pulau Jawa dan Malaysia.


Dan yang paling menarik adalah, Saat prosesi pemulangan, team team Relawan PAS dilapangan tanpaknya begitu antusiasnya dalam bekerja mulai dari proses pengurusan di rumah duka, atau rumah sakit, mengantar ke bandara.


Proses penjemputan di Bandara Tujuan sampai mengantar ke rumah keluarganya di Aceh dilakukan penuh keikhlasan  dengan semangat kebersamaan yang tinggi. 

Keadaan ini tentunya telah memberikan suatu kepercayaan/ kenyamanan tersendiri bagi warga Aceh di perantauan setidaknya bagi keluarga  mereka yang kurang  mampu karena keterbatan ekonomi dalam hal biaya pemulangan keluarganya yang meninggal diperantauan.


Meski Ketum PAS mengaku bahwa para donasinya di dukung dari para pelaku ekonomi mikro dari warga Aceh yang ada di perantauan, Namun misi sosialnya terus dikembangkan ke berbagai sektor lain.


Pasca jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, PAS juga ikut serta bersama team Basarnas untuk mencari dan mengevaluasi jasat  para korban di kepulauan seribu, Banjir di Jakarta, mereka dengan semangat kebersamaan ikut serta membantu para korban, sehingga Gubernur Anies Baswedan pun ikut mengapresiasi Keberadaan PAS di Kawasannya.


Pada sisi lain hal yang patut kita apresiasi bersama adalah PAS sekarang sudah berada di Aceh tempat  asalnya. Sesuai dengan misi kemanusiaan yang mereka emban PAS selalu siap membantu warga yang membutuhkan.


Setidaknya PAS telah berada di 23 kabupaten Kota di Aceh tingkat DPD dan Satu DPW di Banda Aceh, bahkan sampai tingkat DPC. 


Dalam hal merajut silaturrahmi dengan warga, salah satu programnya di Aceh adalah menjalankan misi Khitanan Massal Gratis untuk 7.000, untuk warga miskin yang tersebar di 23 kabupaten kota, dan sampai hari ini dari beberapa tempat yang sudah dilakukan.


Seperti Peureulak, Idi, Simpang Ulim Aceh Timur dan Sawang Krueng Mane, Lhoksukon Aceh Utara pada tanggal 25 maret  2021 tempo hari,  setidaknya sudah ada 1000 anak anak yang dilakukan khitanan massal secara Gratis.


Kemungkinan pada ranggal 5 nanti PAS juga akan mengadakan Acara Khitanan Massal di Aceh Singkil. Demikian Sekilas PAS, yang sebagian di kutip dari Pidato Ketum PAS .H. Akhyar Kamil , SH. Pada saat pembukaan acara Khitanan Massal di Lhoksukon Aceh Utara.


"Semoga PAS kompak selalu," tukasnya.

Post a Comment

0 Comments