Akibat Hindari Minibus dan Minim Rambu Proyek, Truk Tronton Terguling

SERANG | Mobil truk tronton terguling akibat menghindari mobil pribadi (minibus) yang menyerobot jalan dari arah berlawanan di Jalan Raya Jakarta-Serang km 37 Parigi, Kecamatan Cikande, Sabtu (17/4/2021).


Saat dihubungi, Kanit Lantas Polsek Cikande Ipda Ibna Saputra, mengatakan, tergulingnya truk tronton di lokasi ptoyek tersebut, akibat Mobil Truk Hino Tronton banting setir menghindari tabrakan.


Ibna menjelaskan, untuk kronologis, bahwa kendaraan truk hino tronton melaju dari arah Balaraja menuju ke arah Serang dan sesampainya di Jalan Raya Cikande Km. 37 dari arah berlawanan datang minibus sedan hendak menyalip kendaraan lain, sehingga membuat pengemudi truck hino tronton kaget dan membanting stir kemudinya kearah kiri untuk menghindari tabrakan.


"Jadi akibat banting stir untuk menghindari tabrakan, kemudian truck hino tronton terjatuh terguling di bahu jalan," terang Ibna, Minggu (18/4/2021).


Saksi mata dilokasi, Rasmidi, mengatakan, bahwa proyek Jalan di jalur Cikande Asem KM 37 milik PT Mutiara Indah Purnama itu banyak memakan korban. 


Menurut Rasmidi, sebelum kejadian tergulingnya mobil truk tronton pada sabtu malam, pada sabtu paginya sekitar pukul 4:00 WIB ada mobil terguling juga di area sekitar situ, tepatnya didepan pangkalan ojek Desa Parigi.


Ia menambahkan, bahwa banykanya peristiwa lakalantas tersebut akibat tidak adanya rambu-rambu dan tidak berfungsinya lampu penerangan jalan. 


"Yang jelas disekitar proyek itu tidak adanya rambu-rambu, garis kejut, pembatasan jalan sehingga pengguna jalan tidak tahu hanya memakai perkiraan saja, sedangkan posisi wilayah jalan tersebut sangat kurangnya lampu penerangan, adapun ada lampu penerangan namun mati dan tidak berfungsi," tandasnya.


Sebelumnya Yudiar Selaku supir truk hino tronton, mengatakan terjadinya peristiwa tersebut akibat jalur kendaraan yang dilaluinya di serobot oleh mobil dari arah Serang dan kurangnya rambu-rambu.


"Mobil dari arah Serang naik kejalan coran ini, dia ambil jalur kanan sehingga nerabas mau numbur mobil, sehingga saya menghindari tabrakan, dan saya ini pasti kena klaim oleh perusahaan pak," kata Yudiar.


Ditambahakan saksi mata yang lain, Nopi, mengatakan, bahwa terjadinya kecelakaan tersebut gara-gara ada mobil pribadi kencang, ditambah lagi tidak ada rambu-rambu dan keamanan di lokasi. 


"Itu mas wartawan bisa lihat, cuma ada garis kejut pas naik coran saja, ada sedikit garis kejut tapi nggak ada plang nama bahwa sedang ada proyek jalan gitu. Biasanya kalau di proyek ada papan plangnya," imbuhnya.


Sementara itu Pelaksana kegiatan dari PT Mutiara Indah Purnama Resa, saat di konfirmasi mengaku jika rambu-rambu pada lokasi kegiatan proyek sudah terpasang.


"Rambu-rambu sudah ada di awal dan akhir juga sudah ada flagman, nanti saya kelokasi bang," ujarnya.


Saat media mencoba menunggu kedatangan pelaksana bahwa akan ke lokasi, namun saat awak media lain mencoba menghubunginya, Resa justru mengaku sedang ada di Polsek Ciomas (Pelaksana sedang Modus-red).


#Day

Editor: Ansori




Post a Comment

0 Comments