Pekerjaan P3-TGAI di Desa Padasuka Terkesan Asal Jadi dan Amburadul

SERANG | Pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang berada di tanggul dalam, tepatnya di Desa Padasuka, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang-Banten di duga dalam pelaksanaannya mengurangi kubikasi dan nampak amburadul.


Dari pantauan serangtimur.co.id di lokasi Sabtu (29/5/2021) ditemukan adanya kejanggalan dengan pekerjaan yang sebagian hanya menambahkan semen dan pecahan material batu ke bangunan lama atau bisa di sebut tambal sulam.


Entis diketahui salah satu staf Desa Padasuka, saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp, mengatakan bahwa, ketua P3-TGAI nya bernama Saepul Anwar panggilannya Ade.


Ketika diminta menginformasikan nomor telepon ketua P3-TGAI, Entis mengatakan bahwa iya mengatakan handphone baru jadi tidak punya.


Menangapi hal ini, anggota organisasi masyarakat bela negara (Ormas BN) Sutisna, mengatakan bahwa sebelum dari media, dirinya lah yang terlebih dahulu memonitoring kegiatan irigasi itu, namun dirinya pun mengalami hal yang sama, kesulitan untuk bertemu dengan ketua P3-TGAI terkesan menghindar dan Engan di konfirmasi. 


"Kami minta untuk dinas terkait agar segera periksa pekerjaan yang ada di Desa Padasuka. Kami menduga ada kejanggalan yang diduga mencuri kubikasi lantaran pekerjaan terkesan menutupi irigasi yang lama, ini seperti tambal sulam, dan lagi  ketu P3-TGAI nya sulit untuk di temui," tandasnya. 


Sementara itu, disaat redaksi mendapatkan nomor telepon Saeful Anwar pada Minggu,(30/05/2021) namun saat di hubungi melalui pesan WhatsApp, yang bersangkutan tidak merespon, dan terkeras engan di konfirmasi.


Di ketahui Program P3-TGAI dengan jenis kegiatan pengingkatan jaringan irigasi dengan Nomor Perjanjian Kerja Sama : HK.02.03/437/PKS/Az.05.3/IV/2021 dengan nilai angaran pagu mencapai: Rp. 195.000.000 (Seratus Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah) dari APBN Murni waktu kalender 75 Hari Kalender tahun anggaran: 2021 yang di laksanakan oleh Pelaksana P3AJAYA BARU di laksanakan secara swaklola, diduga dalam pelaksanaannya amburadul.


Reporter: Ropi

Post a Comment

0 Comments