Duh!! Ternyata di Beberapa Wilayah Kecamatan Ciruas Harga Eceran Gas Subsidi Tembus Rp. 26.000;

SERANG | Tingginya harga gas ukuran 3 kg (gas bersubsidi-red) untuk golongan masyarakat kelas bawah rupanya tidak menjadi perhatian pemerintah atau instansi terkait dalam hal ini yang memiliki kewengan.


Seperti sebelumnya dibeberapa Kecamatan di wilayah Kabupaten Serang, Kibin, Kragilan, Carenang dan Binuang yang tembus di angka Rp. 25.000;/tabung ditingkat pengecer, rupanya di Kecamatan Ciruas justru lebih tingggi yakni mencapai Rp. 26.000;/tabung gas bersubidi ukuran 3 kg.


Dikatakan masyarakat Desa Beberan Kecamatan Ciruas, bahwa gas subsisdi ditingkat pengecer saat ini Rp. 26.000;/tabung.


Berita Terkait:

https://www.serangtimur.co.id/2021/06/ternyata-harga-eceran-gas-3kg-di.html


"Katanya di agen dan pangkalan naik. Biasa warung dikirim dengan harga Rp.18.000;/tabung, sekarang warung menerima Rp.20-22.000;/tabung. Jadi untuk eceran segitu. Saya beli Rp. 26.000;/tabung," terang warga kepada redaksi serangtimur.co.id, Kamis (3/6/2021).


Warga yang enggan disebutkan namanya ini menambahkan, jika harga gas naik bukan hanya di Desa Beberan, tetapi 3 Desa lainya juga sama. 


"Bukan hanya disini, di Desa lain juga sama," tukasnya.


Berita Terkait:

https://www.serangtimur.co.id/2021/05/ediasss-ternyata-bukan-hanya-di-kota.html


Sementara itu, Kepala Disperindagkop Kabupaten Serang, saat dihubungi redaksi melalui sambungan telpon pribadinya, namun yang bersangkutan belum merepon.


Diketahui, soal tingginya harga gas subsidi di masa pendemi covid-19 saat ini tentunya sangat membebankan warga. Namun demikian rupanya pihak terkait tidak pernah menindak lanjuti keluhan masyarakat terkait tingginya harga eceran tertinggi gas elpigi ukuran 3 kg. 


Untuk itu, Disperindagkop Kabupaten Serang dan Hiswana Migas diminta dapat melakukan pengawasan secara intensif. Apa penyebab harga eceran gas elpigi 3 kg menjadi mahal di tingkat masyarakat. Apakah ulah oknum pangkalan nakal atau hal lain, sehingga harga eceran dapat dinormalkan secara normatif dan tidak membebankan masyarakat.


(*/Red)




Post a Comment

0 Comments