Satreskrim Polres Cilegon Segera Ungkap Pelaku Pembuangan Janin

Kasat Reskrim Polres Cilegon Polda Banten, AKP Arief Nazaruddin Yusuf (Dok. istimewa)

CILEGON | Satreskrim Polres Cilegon Polda Banten melakukan aksi cepat menanggapi laporan masyarakat terhadap adanya seseorang yang akan membuang janin di wilayah hukum Kota Cilegon-Banten, pada Jum'at (27/8/2021) kemarin.


Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Arief Nazaruddin Yusuf, SH, S.ik membenarkan bahwa Satreskrim Polres Cilegon telah mendapat informasi dari masyarakat tentang seseorang yang akan membuang mayat ataupun janin di Kelurahan Sukmajaya Kranggot, Kota Cilegon-Banten.


Kemudian, lanjut Arief, pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP dan menginventarisir peristiwa dan, pihaknya akan mencari siapa terduga yang akan dipersangkakan. 


"Kami sudah melakukan upaya permintaan keterangan dari beberapa saksi di seputaran TKP, kemudian untuk jasad sudah di bawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Panggung Rawi untuk di lakukan identifikasi," terang Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Arief Nazaruddin Yusuf, Sabtu (28/8/2021).


"Mungkin hanya sejauh itu yang akan kami perjelas. Kami dari pihak penyidik Satreskrim Polres Cilegon akan berupaya untuk secepatnya melakukan pengungkapan terhadap peristiwa yang terjadi pada kemarin Jum'at, (27/8/2021)," jelasnya.


Dari keterangan saksi yang memang memberikan informasi kepada pihak kepolisian khususnya Polsek Cilegon, lanjut AKP Arief, bahwa ada seseorang yang akan membuang sampah yang itu setelah diinventarisir adalah janin, setelah itu pihak kepolisian langsung segera turun ke TKP dan melaksanakan olah TKP secara intensif untuk bisa mengungkap peristiwa terduga pada hari ini. 


Sementara, kata Arief, dari pihak dokter forensik bersama identifikasi Polres Cilegon untuk bisa mengidentifikasi dari janin tersebut, untuk berapa bulan usianya dan jenis kelaminnya.


"Kami sedang berupaya secara maksimal untuk segera mengungkap kasus ini," kata Arief.


"Dan untuk terduga pelalu, kita sedang melakukan pemeriksaan yang diperkuat oleh beberapa saksi yang ada di TKP. Dan untuk peristiwa tersebut, kita harus bisa memastikan dimana pelaku tersebut melakukannya," tandasnya.


(*/STC_01)

Post a Comment

0 Comments