https://mitra.aflahtour.com

 


Ticker




Siapa Berani Bongkar Politik Uang di Pilkades Serentak Kabupaten Serang



SERANGTIMUR.CO.ID, SERANG | Politik uang atau politik perut adalah suatu bentuk pemberian atau janji menyuap seseorang baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun supaya ia menjalankan haknya dengan cara tertentu pada saat pemilihan umum. Pembelian bisa dilakukan menggunakan uang atau barang.

Dan mengenai isu politik uang, bukan hal baru dalam pemilihan kepala Desa.  politik uang dalam Pilkades belum diatur dalam perundang-undangan, tetapi pelaku bisa dijerat dengan menggunakan KUHP atau UU tentang suap.

Dalam Pasal 149 KUHP, sanksinya 9 bulan penjara atau denda sebanyak Rp 500 juta. Kalau menggunakan UU Suap, ancaman hukuman lebih berat yaitu 3 tahun penjara dan denda Rp 15 juta.


Untuk Kabupaten Serang, pada tahun 2019 juga melaksanakan Pilkades serentak dengan jumlah 150 Desa, yang akan dilaksanakan pada 03 November 2019 tentunya cukup menjadi perhatian semua pihak.

Namun dalam hal ini, ada yang terus menerus menjadi kebiasaan para Calon Kades 'Money Politik'. Berbagai cara dilakukan para peserta kontestasi Pilkades, mulai dari jenis sovenir, bahan poko dan uang tunai. Bahkan, hal itu dilakukan secara kasat mata.

Kendati demikian, siapa yang berani membongkar praktik politik uang itu..?. Mulai dari tingkat Panitia Pemilihan Desa (PPD), BPD, bahkan Panwas, yang harusnya menjaga demokrasi secara netral, namun faktanya tidak.


Hingga H-1 jelang pelaksanaan Pilkades Serentak 2019 belum ada pihak yang melaporkan adanya kecurangan dalam Pilkades, terutama soal politik uang. Apakah yakin demokrasi sudah berjalan baik? Jawabannya 'BELUM'.

Hasil temuan di lapangan, selain sembako mampir ke rumah - rumah warga, ada juga amplop putih yang masuk, dan itu fakta. Lantas apakah supremasi hukum bisa dilaksanakan.?

Jika mengacu pada pasal 149 KUHP tentunya ada, atau tentang undang-undang suap. Harusnya ini dapat diterapkan, sehingga semua pihak dapat belajar menghargai demokrasi yang bermartabat, bersih, jujur yang dapat menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

Oleh : Ansori

Posting Komentar

0 Komentar