-->

Kamis, 22 Oktober 2020

Tingkatkan Perekonomian Keluarga, Ibu-ibu di Kramatwatu Dilatih Industri Rumah Tangga




SERANG | Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pemberdayaan perempuan perlindungan anak kependudukan dan keluarga berencana (DP3A KKB) pada hari Rabu 21 Oktober 2020 menggelar acara pelatihan keterampilan.


Sebanyak 10 peserta dalam 1 hari hingga total peserta 40, dengan tujuan yaitu upaya meningkatkan produktivitas perempuan pengembang ekonomi lokal, melalui pembinaan kwalitas hasil industri rumahan perempuan tingkat Provinsi Banten di wilayah Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang selama 4 hari kedepan.


Hadir pada acara tersebut sekaligus di buka oleh Kadis DP3AKKB Provinsi Banten Dra. Hj. Sitti Ma'ani Nina, M.Si, turut mendampingi Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga(PPK) Dra. Evi Sofia RN, Anggota DPRD Banten Komisi 5 Isak Sidik, SE, Kabid PPPUG pada Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang Neni Nuraeni, SH,MH, dan Mamak Abror, MM selaku Kasi Ekbang Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang.


Diketahui, kegiatan pelatihan ini mendatangkan Narasumber (instruktur) Iman dari Rumah Kemasan pada UPTD Pengembangan Teknologi Standarisasi Industri (PTSI) Disperindag Provinsi Banten dan Drs. Almahdi selaku kasi PKHP pada DP3A KKB Provinsi Banten.


Saat dikonfirmasi, Kasi Ekbang Kecamatan Kramatwatu Mamak Abror mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan pelatihan industri rumahan  bagi pelaku usaha di maksud.



Menurutnya, dengan dilatih keterampilan dan adanya bantuan alat spinner/pengering minyak pada makanan diharapkan mampu mendongkrak prekonomian masyarakat di wilayah kami, karena setidaknya ada 3 faktor keuntungan (3M) yang di dapat peserta dalam pelatihan itu.


"Menambah pengetahuan dan pengalaman di bidang usaha, mengasah keterampilan, sehingga diharapkan dengan pelatihan ini lebih terampil lagi dalam mengelola industri rumahan tersebut dan meningkatkan penghasilan prekonomian keluarga dengan mengisi waktu luang yang bersifat produktif (menghasilkan produk)," jelas Abror.


"Apalagi di saat pandemi ini, dimana sangat potensial sekali di saat semua orang harus berdiam diri di rumah masing - masing, dari pada nganggur, bikin produk rumahan ini bisa di pasarkan kemana saja, apalagi saat ini medsos begitu mudah di akses, dan di viralkan, jadi ini sangat potensial sekali untuk ibu-ibu yang mau kreatif, menghasilkan sesuatu yang ada hasilnya dari masing-masing rumah , dan saya rasa sangat membantu sekali untuk prekonomian keluarga," imbuhnya.


Ditempat yang sama, Almahdi Kasi Peningkatan Kwalitas Hidup Perempuan (PKHP) pada DP3A KKB Provinsi Banten mengatakan, kegiatan pembinaan kwalitas bagi industri rumahan yang selama ini mereka memiliki potensi untuk di kembangkan agar mereka lebih meningkatkan kwalitasnya, baik dari Tampilan, Rasa, dan persyaratan lainnya sehingga memiliki nilai jual lebih meningkat lagi.




Ia menambahkan, pihaknya juga memberikan dukungan yaitu alat spinner untuk pengering minyak berjenis makanan goreng-gorengan.


"Kami berharap, salah satu aspek peningkatan kwalitas keluarga dengan meningkatnya ekonomi keluarga diharapkan kesejahteraan keluarga pun terbantu apalagi dalam situasi pandemi seperti ini sehingga perlu dilakukan penguatan-penguatan," imbuhnya.


sementara itu Iman sebagai narasumber (instruktur-red) yang langsung di hadirkan dari Rumah Kemasan UPTD PTSI Disperindag Provinsi Banten, mengatakan, secara keseluruhan melihat sejauh mana produk-produk industri rumah tangga itu supaya nanti intinya bisa bersaing di pasaran.


Karena selama ini, lanjut Imam, bahwa produk-produk yang di hasilkan oleh ibu-ibu rumah tangga ini jika dari segi rasa, memang sudah bisa di bilang lumayan bagus, dan siap untuk bersaing di pasaran, namun kekurangannya adalah dari segi kemasannya.


Lalu aspek perizinannya yang mesti dimiliki oleh ibu-ibu yang memproduk ini, jadi kita dorong agar ibu-ibu ini membuat produk walaupun industri rumahan akan tetapi bisa memenuhi standar-standar yang di haruskan, sehingga produk ini layak dan siap bersaing di pasaran.


Sementara itu, salah satu peserta pelatihan Ibu Turiyah Damto warga Jln. SMU 1, RT.07/RW.04, Desa Kramatwatu, sangat senang, dirinya sangat terbantu dan berterima kasih kepada pemerintah atas bantuan pelatihan dan alat yang akan menunjang usaha dalam pengembangan prekonomian keluarga.


"Alhamdulillah adanya pelatihan ini, insyaallah saya siap menjadi pilot projek untuk memotivasi ibu-ibu yang lain di lingkungan saya," ucapanya.


#Redaksi

Editor: Ansori

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Kehilangan Surat Akta Jual Beli

Kehilangan Surat Akta Jual Beli
Telah Hilang Surat Berharga Berbentuk Akta Jual Beli (AJB) No. 436/29/crg/1997 A/n: Ny Janah Binti Jamari Pada Hari Rabu tanggal 16 September 2020

Media Partner

Wikipedia

Hasil penelusuran

SerangTimur.Co.Id

Featured Post

Soal Paving Blok Bekas di SD Negeri Bumijaya, Kepsek: Ini Upaya Perbaikan Seadanya

Dok. Kepala Sekolah SD Negeri Bumijaya Muhammad Ikhsan SERANG | Terkait pekerjaan paving blok di SD Negeri Bumijaya yang beralamat di Jln. ...

Berlangganan Artikel

Berita Terkini

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Back to Top
Inspirasi Anak Bangsa