Diduga Akibat Wara-wiri Truk Pengangkut Tanah, Pekerjaan TPT Drinase Jalan Pasuluhan Ambrol




SERANG | Diduga akibat adanya wira-wiri truk pengangkut tanah berkapasitas tonase tinggi di jalan Kampung Pasuluhan, Kelurahan Pasuluhan, Kecamatan Walantaka, Kota Serang, mengakibatkan pekerjaan TPT Drinase milik Pokmas ambrol.


Menurut ketua kelompok masyarakat (Pokmas) Saep mengatakan, bahwa pengerjaan Drinase yang baru rampung tersebut, sudah di lintasi truk pengangkut tanah berkapasitas tonase tinggi, yang mengakibatkan pisik drinase itu ambrol dan sebagainya pecah-pecah.


Menurut Saep, jika yang melintas itu bukan truk pengangkut tanah berkapasitas tonase tinggi, melainkan minibus saja lalu terjadi sedemikian okelah bisa di pertanyakan mutu kualitasnya, namun kan ini truk pengangkut tanah berkapasitas tonase tinggi.


"Menurut saya ini sangat merugikan saya selaku Pokmas dan warga, karena memang, yang seharusnya drinase milik warga sudah bagus dan dapat digunakan sebagai mana mestinya, ini harus ada perbaikan lagi," kata Saep, kepada serangtimur.co.id, Senin (11/1/2021).


Jadi, lanjut Saep, untuk memperbaikinya itu uang hasil dari masyarakat, apalagi pekerjaan ini belum ada PHO.


"Untuk saat ini jalan Kampung Pasuluhan di tutup memakai bambu oleh warga setempat dan tidak di perbolehkan truk pengangkut tanah berkapasitas tonase tinggi melintas," tegasnya.


Terpisah, Sukur, selaku pemilik kegiatan angkutan tanah, saat di konfirmasi mengatakan, memang benar bahwa adanya kegiatan truk pengangkut tanah di Kampung Pasuluhan.


"Memang benar pemilik galian itu saya, cuman itu bukan galian melainkan kapling, karena memang tanah nya numpuk jadi di keluarkan, dan uang nya pun sebagian untuk masjid dan masyarakat," kata Sukur, melalui WhatsApp.


"Cuma kan yang jadi pertanyaan saya drinase kok bisa ambrol padahal kan hanya kena getaran dari truk tanah kenapa bisa ambrol, trus untuk mutunya seperti apa padahal kan itu ada anggarannya," ucapnya.


Sukur menambahkan, jika untuk perbaikan juga dilakukan oleh dirinya. Apalagi untuk jalan itu awalnya becek.


"Saya sudah sumbangkan 3 truk batu untuk menutupi jalan becek tersebut, tapi kini saya tidak dapat beroperasi lagi karena memang jalanannya di tutup oleh ketua Pokmas," tukasnya.


#Rofiyadi

#Editor: Ansori

Posting Komentar

0 Komentar