Warga Junti Keluhkan Bau Busuk Bahan Baku Limbah Ikan, Pemerintah Diminta Ambil Tindakan

SERANG | Adanya pengiriman salah satu bahan baku kesebuah perusahaan yang tidak diketahui nama PT nya di Desa Junti, Kacamata Jawilan, Kabupaten Serang Banten, membuat resah masyarakat sekitar.


Diketahui, bahan baku tersebut diolah untuk menjadi  bahan campuran pakan ikan (pelet), yang mengakibatkan warga Junti digegerkan bau tak sedap, apalagi saat malam hari. Selain mengganggu pernafasan, selera makan pun menjadi hilang.


Salah satu warga Kampung Wanasari Kidul, RT 10/04, Desa Junti JL, mengatakan, bahwa sudah 3 bulan setiap malam selalu ada bau ikan tongkol tak sedap. Apalagi saat ada pengiriman kepabrik pelet ini.


"Pengiriman tersebut berupa ikan tongkol yang sudah busuk, dan akan diolah menjadi bahan pakan ikan," terang JL kepada awak media, Sabtu (13/2/2021).


JL mengatakan, ikan tongkol busuk itu dikirim memakai mobil carry pick up, mobil engkel dan sejenisnya.


"Pokoknya kalau mobil itu sudah datang selera makan jadi hilang, yang sedang makan jadi berhenti makan," kata JL.


Sementara, lanjut JL, untuk jumlah karyawan pada saat ini sekitar 50 orang, dan untuk warga pribumi ada 8 orang, yang lainnya orang luar semua. Sedangkan untuk scurity ada 12 orang dan itu pribumi sini semua.


Dan untuk kompensasi sampai saat ini, JL menambahkan, dari semenjak 3 bulan yang lalu, dari perusahaan tidak memberikan kompensasi kepada warga yang terkena dampak dari bau ikan tongkol busuk itu.


"Jika terus-menerus seperti ini kehidupan kami setiap malam tidak ada nyamannya. Besar kemungkinan warga pasti akan mendatangi perusahaan jika masih begini-begini saja karena dengan adanya perusahaan, bukanya membantu perekonomian warga sekitar, malah inimah mencemari lingkungan lewat udara berupa bau busuk tak sedap," jelasnya.


"Kami berharap kepada pemerintah untuk memberikan solusi agar kami selaku warga tidak kena dampak negatif dari bau tersebut dan kami ingin dibantu supaya warga kami ini bisa bekerja diperusahaan yang ada di lingkungan kami, sebab rumah kami dengan perusahaan sangatlah dekat," tutupnya.


#Day_Red

Post a Comment

0 Comments