Satu Penumpang KMP Batu Mandi yang Jatuh ke Laut Diduga Warga Asal Lampung

Dok. Ilustrasi (stc)

BANTEN | Penumpang kapal feri KMP Batu Mandi yang dilaporkan jatuh ke laut saat pelayaran dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak dikabarkan merupakan warga asal Lampung. Informasi yang diperoleh Senin (29/3/2021), penumpang tersebut berinisial AR (41), warga Pesawahan, Telukbetung Selatan, Bandar Lampung.


Identitas korban diketahui dari data manifest penumpang KMP Batu Mandi. Adapun ciri-ciri korban yakni berjenis kelamin laki-laki, usia 41 tahun. Saat kejadian, korban memakai jaket warna hitam.


Seperti diberitakan lampung77.com, Humas Basarnas Banten Sito Warsito mewakili Kepala Basarnas Banten, M Zaenal Arifin mengatakan penumpang yang dicurigai jatuh usai terjun ke laut tersebut diduga merupakan warga asal Lampung. Hal itu berdasarkan data manifest penumpang kapal. Saat dilakukan pemeriksaan usai KMP Batu Mandi sandar di Pelabuhan Merak, korban tidak ditemukan.


"Identitasnya sementara yang dicurigai itu (pria inisial AR, warga Lampung). (Saat dilakukan pemeriksaan) dari data manifest memang orang itu enggak ada," kata Sito, saat dihubungi, Senin (29/3/2021).


Penjelasan ASDP


Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin mengungkapkan dari data manifest diketahui korban yakni laki-laki berinisial AR (41) dengan ciri-ciri memakai jaket warna hitam.


"PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengonfirmasi bahwa telah terjadi kecelakaan seorang penumpang menceburkan diri ke laut dari KMP Batumandi milik ASDP yang berlayar dari Bakauheni menuju Merak pada Minggu (28/3/2021) pukul 18.50 WIB," kata Shelvy.


Dari data manifest diketahui korban laki-laki berinisial AR (41) dengan ciri-ciri memakai jaket warna hitam. ASDP mengimbau kepada pengguna jasa agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan tetap mematuhi aturan yang berlaku baik saat akan naik ke kapal, proses bongkar muat kendaraan, hingga turun dari kapal sehingga dapat berjalan dengan lancar, aman dan selamat. 


"Manajemen juga akan meningkatkan pengawasan dan pengamanan dalam lingkungan kerja di kapal," katanya.


Shelvy menjelaskan informasi saat kejadian dilaporkan oleh penumpang yang melihat kejadian kepada petugas yang sedang berjaga di ruang informasi.


Kejadian itu kemudian diteruskan kepada mualim kapal. Sesaat kemudian, mualim mengambil tindakan mengurangi putaran mesin dan membunyikan suling panjang.


Setelah mendapat laporan, nakhoda pun segera melakukan pencarian sesuai prosedur dan berkomunikasi dengan STC Merak, VTS Merak dan Basarnas, serta kapal-kapal yang sedang berlayar di Selat Sunda untuk membantu pencarian," ujarnya.


"Namun, setelah dilakukan pencarian dengan memutar kapal sebanyak 3 kali ke arah jatuhnya, korban tidak ditemukan. Nakhoda segera melaporkan ke instansi terkait lalu mengambil tindakan melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Merak," pungkasnya.


Reporter: Zami

Sumber: lampung77.com

Post a Comment

0 Comments