Selain Abaikan Prokes, PT Artha Reksa Abadi Diduga Timbun Drainase Lama Tanpa Pengupasan

SERANG | Proyek pelebaran jalan Pakupatan-Boru di jalan KP3B Provinsi-Banten diduga menimbun Drainase lama serta para pekerjanya abaikan Prokes Covid-19 tanpa rapid tes.


Dalam kegiatan pelebaran jalan Pakupatan-Boru serangtimur.co.id menyoroti pembangunan dan pelebaran jalan nampak menimbun Drainase lama.


Saat di konfirmasi pelaksana Yudi mengatakan, bahwa untuk pekerjaan pelebaran jalan Pakupatan-Boru (jalan Kawasan KP3B-red) ada item pekerjaan galian dan timbunan


"Artinya yang perlu di gali ya kita gali dan yang perlu kita timbun ya kita timbun, akan tetapi item timbunannya dari galian setempat," kata Yadi, Senin (26/4/2021).


Menurut Yudi pihaknya di perintahkan untuk menggunakan material yang ada galian setempat bukan material dari luar.


"Jadi sisa galian yang tidak di gunakan kita buang masih sepanjang ruas jalan yang di tangani," ujarnya.


Ia menambahkan mengenai ukuran atau dimensi saluran lama (eksisting-red) pihaknya tidak bisa memastikannya.


"Saya tidak bisa memastikanya mengenai ukuran atau dimensi saluran drainase lama. Karena itu menyangkut dimensi pekerjaan pihak lain yang terdahulu, yang saya bisa pastikan bahwa untuk saat ini kami di perintahkan untuk memasang drainase baru berbentuk U-ditc dengan ukuran 80 cm kali 100 cm," tukasnya.


Ketika di singgung terkait saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19 dan di berlakukan PPKM, apakah pekerjaan sudah di cek swab minimal cek rapid tes namun Yadi tidak menjawab pertanyaan wartawan.


Sekedar di ketahui pelebaran jalan Pakupatan-Boru dengan nomor kontrak: ADD.K01/600/0819.02/SPK/PJ.PPP/BBM/DPUPR/V111/2020 dengan biaya pelaksanaan Rp. 20.150.087.200; dengan waktu pelaksanaan dimulai bulan Oktober 2020 sampai dengan 180 hari kalender yang bersumber dana dari APBD P-Pendanaan daerah PT. SMI TA.2020 dan APBD TA 2021 dengan penyedia jasa PT. ARTA REKSA ABADI diduga Drainase lama di timbun tanpa di bongkar kembali dan pekerja tanpa Prokes melalui rapid tes Covid-19.


Reporter: Cecep

Editor: Ansori

Post a Comment

0 Comments