Soal Bantuan Hibah di Ponpes Nurul Hikam Binuang, FJSR Minta APH Telusuri Dugaan Potongan yang Dilakukan Oknum Ketua FSPP

 

Dok. Ilustrasi (ist)

SERANG | Bantuan pondok pesantren (Ponpes) tahun 2020 dengan anggaran 30 Jt berasal dari dana hibah Pemprov Banten sekitar 3.926 Ponpes dengan total anggaran 117.78 milyar, salah satunya di Desa Lamaran, kecamatan Binuang diduga di sunat oleh oknum ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kecamatan Binuang (Mulhat-red).


Untuk itu, atas dugaan penyelewengan yang dilakukan oknum ketua FSPP, Ketua Forum Jurnalis Serang Raya (FJSR) dengan tegas meminta Aparat Penegak Hukum (APH) menelusuri dugaan potongan dana hibah tersebut, karena tidak menutup kemungkinan bukan hanya di Ponpes Nurul Hikam Desa Lamaran saja.


"Saya berharap APH menelusiri soal dugaan potongan dana hibah itu. Jangan-jangan uang hibahnya juga tidak digunakan sebagaimana mestinya," tegas Ansori, Senin (19/4/2021).


Ansori mengungkapkan, apa yang diungkap Kejati Banten tempo hari atas dugaan pelanggaran penyalahgunaan anggaran hibah ponpes patut di apresiasi. Sebab kata dia, bukan bicara nominal yang 30 juta, namun berapa banyak uang negara digelontorkan, 117.78 milyar, pantastis bukan apalagi dimasa pandemi seperti saat ini.


"Nah, jika dugaan pemotongan yang dilalukan oleh oknum ketua FSPP Mulhat benar adanya, maka saya kira aparat penegak hukum perlu menindaklanjuti. Apalagi sebelumnya penerima dana hibah mengkui telah menyerahkan sejumlah uang untuk oknum ketua FPSS Kecamatan Binuang itu," tandasnya.


Sebelumnya, salah satu penerima bantuan ponpes Nurul Hikam di Desa Lamaran, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Kosadudin, mengungkapkan bahwa dari Rp. 30 Jt telah di potong Rp. 5jt.


"Sebenarnya saya hawatir takut ada apa-apa ketika saya berbicara ini tapi benar ada penyisihan sebesar Rp. 5 juta. Bahkan rata-rata seperti itu dari penerima dana hibah tersebut," terangnya, Sabtu (6/3/21).


Berita sebelumnya: 

https://www.serangtimur.co.id/2021/03/busyet-dah-bantuan-dana-hibah-ponpes.html


Ia menambahkan ada penerima bantuan yang memang mengundurkan diri dari forum terkait itu, karena mungkin tidak sepakat.


"Ada salah satu penerima bantuan ini sampai mengundurkan diri dari forum dan tidak tahu alasanya kenapa, mungkin tidak mau diajak kesepakatan oleh forum, tapi maaf saya tidak bisa menyebutkan siapa orangnya," jelasnya.


Sementara itu, saat ditemui dirumahnya Ketua Forum Kecamatan Binuang Mulhat, dirinya mengatakan, dana tersebut di potong untuk mengerjakan dan untuk membantu pengajuan penerima hibah.


"Tidak ada, saya tahu ada selentingan seperti itu bahwa jangan percaya ke ustadz Mulhat. Padahal saya memang yang ditunjuk untuk mengerjakan hal-hal untuk membantu pengajuan, bulak-balik dari ponpes ke Serang. Ya, wajarlah memberikan upah ke saya sekedar untuk membeli rokok," kilahnya.


Ketika media menanyakan terkait pembuatan proposal dan LPJ dirinya mengatakan bahwa ponpes yang menerima bantuan membuat sendiri.


"Untuk Proposal dan LPJ ponpes masing-masing membuat sendiri," tandasnya.


Untuk diketahui program dana hibah dari Pemprov Banten untuk Pondok Pesantren dengan jumlah 3.926 ponpes dengan anggaran sekitar 117.78 milyar dengan masing-masing Ponpes mendapatkan 30 Juta yang diduga di sunat oleh ketua forum Kecamatan Binuang.


#Lan/Cep

Post a Comment

0 Comments