Ditanya Soal Dana Bos Marah, LSM BPPI DPW Lampung Pertanyakan Kredibilitas Kepala SDN 4 Way Khilau

LAMPUNG | Berawal adanya laporan dari salah satu wali murid SDN 4 Way Khilau Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung soal permintaan sumbangan Rp.50.000; dengan dalih membeli sampul raport mendapat perhatian dari LSM BPPI Lampung dan sejumlah awak media.


Namun saat di konfirmasi dan ditanyakan perihal penggunaan dana bos, Kepala SDN 4 Way Khilau Toizir merasa keberatan, terhadap pertanyaan itu.


"Lembaga atau media tidak ada hak dan wewenang untuk menanyakan anggaran itu, yang berhak adalah Dinas Pendidikan dan korcam," ucap Toizir, dengan nada yang tinggi, Senin (7/6/2021).


Sementara itu saat dimintai tanggapannya, Korcam Way Khilau Joharsah justru sangat menyayangkan ucapan Kepala Sekolah SDN 4 Way Khilau tersebut.


"Pernyataan Kepsek itu salah. Karena itu memang tugas LSM dan Media adalah sebagai sosial kontrol," ujar Joharsah singkat.


"Kami berharap mengenai adanya pungutan uang Rp. 50.000; dengan alasan untuk beli sampul raport tersebut agar bisa di selesaikan secara kekeluargaan," tandasnya.


Ketua LSM BPPI DPW Lampung Asfari Faza sangat menyayangkan sekali atas perbuatan dan ucapan Kepsek SDN 4 Way Khilau, yang mengatakan bahwa LSM dan Media tidak ada hak untuk mempertanyakan terkait dana bos tersebut. Dan patut dipertanyakan Kredibilitas sang Kepala Sekolah ini.


Safari menyebut, jika Toizir selaku Kepala SDN 4 Way Khilau gagal paham dalam menjalankan tugasnya sebagai pejabat publik. Dan jika tidak mau di tanya soal penggunaan anggaran dana bos, jangan gunakan dana Bos. Dana pendidikan itu dari rakyat dan digunakan kembali oleh rakyat.


"Kami sangat menyayangkan sikap kepala sekolah SDN 4 Way Khilau. Dia (Toizir-red) harusnya malu, sebagai pengguna anggaran Negara justru terkesan tidak transparan kepada masyarakat," tegasnya, Kamis (10/6/2021).


"Untuk itu kami akan segera melaporkan Toizir kepada insfektorat dan instansi terkait, agar bisa segera di tindak lanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku, dan patut dipertanyakan Kredibilitasnya sebagai Kepala Sekolah," tandasnya.


Konresponden: Riyan

Post a Comment

0 Comments