Minimnya Pekerjaan, Diduga Menjadi Penyebab Para Janda Pilih Cari Nafkah di THM

Foto: Ilustrasi (ist)

SERANG | Menjamurnya Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayah Kabupaten Serang, mulai dari wilayah Kecamatan Ciruas hingga Cikande ternyata diangap dapat mengurangi angka pengangguran, terutama bagi para janda.


Seperti yang terjadi di THM The Star. THM ini diduga mempekerjakan para janda untuk di jadikan Pemandu Lagu (PL). Hal itu diperkuat dengan adanya pernyataan dari salah satu oknum keamanan THM The Star.


"Bang, kasihan para janda yang kerja disini. Mereka harus menghidupi anak-anaknya," ujarnya, melalui sambungan telpon kepada serangtimur.co.id, Kamis (3/6/2021).


Oknum keamana ini juga berdalih bukan hanya THM The Star yang harus di tutup, tapi ada Cafe Leo, Moro Seneng, warung remang-remang, wisma Caharity dan hiburan lainya yang ada di Kabupaten Serang.


"Tidak adil geh, semua harus di beritakan. Masa hanya The Star yang suruh tutup. Banyak janda-janda yang menghidupkan anak-anaknya. Tutup pasar, indomaret, alfamaret yang bener-bener menyebabkan kerumunan. Atau pabrik yang menimbulkan polusi, ngapaian The Star bagi saya kecil tutup Star," katanya.


Hasil monitoring redaksi serangtimur.co.id, meski dimasa pandemi covid-19, dan soal penerapan prokes seolah tidak berlaku bagi para pengusaha THM. Dari penyataan salah satu oknum keamanan THM ini, mencirikan stigma jika lapangan pekerjaan yang menjadi salah satu penyebab para janda memilih pekerjaan itu.


Seyogyanya Pemerintah berperan dalam penegakkan prokes, sebagaimana kita keahui jika COVID-19 masih menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat, sementara masyakarat butuh perlindungan sesuai UUD 1945. Maka agar tidak ada janda yang merasa sulit mencari pekrjaan, maka pemerintah harus membuka lowongan pekrjaan, sehingga tidak akan menjadi alasan, bekerja di THM merupakan salah satu solusi untuk mencari NAFKAH


(*/Redaksi)

Post a Comment

0 Comments