Soal Dugaan Pencabulan oleh Oknum Calon Kades Warakas, Ibu Korban Akan Segera Lapor Polisi

Foto: Ilustrasi (stc)

SERANG | Adanya dugaan pelecehan yang dilakukan salah satu oknum calon Kades Desa Warakas, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang (As) pada Jum'at (4/6/2021) sekira pukul 07.30 WIB, Ibu korban akan segera lapor ke Polisi.


Seperti ramai diperbincangkan oleh masyarakat, bahwa korban pelecehan (P) 23 merupakan warga Kampung Kawao RT 01/01, Desa Warakas, Kecamatan Binuang, yang mana pada Jum'at pagi pelaku (As) masuk kerumah P dan diduga telah melakukan perbuatan cabul dan hal itu dibenarkan oleh ibu kandung korban.


Dan desas-desus di masyarakat, dalam kejadian itu As diduga telah membuka pakaian dalam yang dikenakan korban (P) dan kemudian pelaku melarikan diri setelah korban bangun dan mengetahui aksinya.


Bahkan dari informasi yang diterima redaksi serangtimur.co.id, pelaku As diduga berupaya meminta damai atas kejadian itu, dan ingin memberikan uang damai sebesar Rp. 25 juta rupiah, namun ditolak oleh orang tua korban.


"Harga diri kita (saya) ora (tidak) bisa dibayar dengan uang. Keadilan harus di tegakan," tegas M orang tua korban, yang diterima redaksi dalam bentuk screencapture WhatsApp, Sabtu (5/6/2021).


Saat dihungi kembali, ibu korban, M menjelaskan, jika pelaku As masuk kerumahnya pada Jum'at pagi sekira pukul 07.30 WIB. Dan entah apa sebabnya As melakukan perbuatan cabul itu terhadap anaknya (P) yang saat itu sedang tidur karena sehabis pulang kerja Sift 3.


Berita sebelumnya:

https://www.serangtimur.co.id/2021/06/heboh-dugaan-pelecehan-seksual-oleh.html


"Jadi, dikira anak saya itu yang menyetuh tubuhnya anak saya yang kecil. Dia (P) kira yang memeluk dari belakang adiknya karena pintu tidak pernah di kunci. Nah, jadi saat terasa payudaranya di kenyot (di hisap-red) oleh pelaku, P terbangun dan melihat As sudah ada diatas tubuhnya dan P langsung menendang pelaku," jelas M, melaui sambungan telpon, Minggu (6/6/2021).


M menambahkan, jika kejadian itu bukan isu dan itu benar terjadi dan menimpa anaknya. Bahkan lanjut M, pihaknya akan segera melaporkan kejadian itu ke Polres Serang besok.


"Untuk apa saya bohong, ini bukan isu, dan ini akan saya laporkan ke Polisi," tegasnya.


Dan soal isu uang damai Rp. 25 juta, M menjelaskan, hal itu keluar dari pihak keluarga pelaku dengan dalih akan membayar anaknya (korban P-red).


"Jadi ada upaya dari keluarganya akan membayar P bahkan ramai dari orang-orang. Enak saja anak saya mau dibeli. Saya tidak mau, hukum harus ditegakkan. Anak saya sudah di cabuli oleh pelaku, bahkan payudara P sudah di kenyot (dihisap-red). Rencananya besok saya akan membuat laporan Polisi," tandasnya.


"As onkum calon Kades Warakas Menyangkal"


Sebelumnya, dihubungi via telpon cellularnya, kepada redaksi serangtimur.co.id As menyangkal. Ia menegaskan jika informasi itu hanya isu.


"Itu cuma isu. Informasi itu tidak benar," ucap As singkat, kepada serangtimur.co.id, Minggu (6/6/2021).



(*/Redaksi)

Post a Comment

0 Comments