Pekerjaan Diduga Amburadul, Pelaksana Proyek Pembangunan Jalan Wewuluh-Mekarsari Sebut Kondisi Jalan Seperti Perahu dan Tidak Mau Tekor

SERANG | Pekerjaan proyek penghubung jalan Wewuluh-Mekarsari yang di kerjakan oleh PT.CAHAYA DWIPUSAKA MANDIRI yang bersumber dari DTU-BANGUB-APBD Kabupaten Serang, tahun anggaran 2021 dengan nomor kontrak 620/07-PK.HS.4425245/SPK/JL.WWLH-MKSR/KPA-BM/DPUPR/2021 dengan nilai kontrak Rp. 4.500.000.000; dengan jenis pekerjaan Betonisasi dengan volume panjang 1.435 M dengan lebar 4,5 M dan Konsultan pengawas PT. TANOERAYA KONSULTAN, diminta dengan tegas oleh masyarakat agar kontraktor mengerjakan proyek tersebut sesuai dan tidak asal-asalan.


Kendati demikian, saat serangtimur.co.id mencoba mengkonfirmasi pihak pelaksana kergiatan dilokasi Panpam, pada Jum'at (27/8/2021), ia menyebut jika jalan yang sedang dikerjakannya menyerupai perahu, dan dengan tegas Panpam mengatakan tidak mau tekor. 


"Jalan itu seperti PERAHU, dan kami tidak mau tekor di LC. Dan untuk U-Ditc tidak ada hulu hilir, serta tidak tersedianya lokasi penampung," katanya.


Berita terkait:

https://www.serangtimur.co.id/2021/08/warga-desa-mekarsari-minta-dengan-tegas.html?m=1


"Kita juga melihat area seperti perahu, kita juga gak mau ambil resiko. Kalau untuk U-Ditch awalnya kita mau pasang di depan, berhubung tidak ada pembuangannya jadi kita pasang yang ada saja, walaupun di situ kurang untuk pembuangannya karena terlalu sempit jadi berbalik," jelasnya.

Sementara itu, pihak Konsultan pengawas Agus, ketika di tanyakan soal galian agregat dan bahan material yang di gunakan pada agregat LPA/LPB, dirinya mengatakan, bahwa pihaknya sudah membuat surat teguran kepada kontraktor.


"Itu sebagian besar, karena dari awal garisnya juga kedalam dan itupun berfariasi. Saya sudah kasih surat teguran karena memang kedalaman galian berfariasi, dan untuk kontur tanahnya kalau untuk jenis batu untuk agregat LPA/LPB itu ukurannya LPA 21-23, dan untuk LPB ukuran 35," kata Agus.


"Waktu awal iya ada tuh pengiriman yang bagus dan yang jelek, akan tetapi kita surtir lagi dan yang jelek dibuang di sawah," Imbuhnya.


Sebelumnya, redaksi serangtimur.co.id saat melakukan monitoring dilokasi pembangunan jalan penghubung Wewuluh-Mekarasari beberapa kali, tidak pernah adanya konsultan pengawas ataupun pelaksana dilokasi. Hanya nampak oknum yang diduga mengaku sebagai wartawan berinisial (US-red) yang diduga sebagai Humas proyek tersebut dan juga ikut mengesub material batu untuk LPA/LPB yang terlihat tidak sesuai spek.


(*/Redaksi)


Post a Comment

0 Comments