![]() |
| Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto. (Dok. Foto Istimewa) |
SERANG | Arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar seluruh jajaran pemerintahan mengedepankan kolaborasi lintas sektoral dan meninggalkan ego sektoral dinilai mulai diimplementasikan secara nyata.
Salah satu lembaga yang dianggap berhasil menerjemahkan arahan tersebut adalah Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) di bawah kepemimpinan Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Suyudi Ario Seto.
Akademisi Universitas Esa Unggul, Dr. Iswadi, M.Pd., menilai BNN RI menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sinergi dan kerja sama lintas instansi sebagai strategi utama dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif tersebut sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo dalam menghadapi persoalan nasional yang bersifat kompleks dan multidimensional.
“Presiden Prabowo secara konsisten menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dan menghindari ego sektoral. Saya melihat BNN RI di bawah kepemimpinan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sudah berada di jalur yang tepat dengan mengedepankan sinergi antarinstansi,” ujar Iswadi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Iswadi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI) menegaskan kejahatan narkotika tidak dapat ditangani secara parsial.
Menurutnya, peredaran narkoba melibatkan jaringan luas lintas wilayah dan lintas negara, sehingga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa.
“Pendekatan kolaboratif menjadi kunci. Pemberantasan narkoba tidak cukup mengandalkan satu lembaga saja, melainkan membutuhkan sinergi pemerintah pusat dan daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, akademisi, media, serta partisipasi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi keterbukaan BNN RI dalam menjalin kerja sama dengan kalangan akademisi dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Langkah tersebut dinilai mencerminkan tata kelola pemerintahan yang inklusif, adaptif, dan berbasis pengetahuan, sebagaimana ditekankan Presiden Prabowo dalam membangun birokrasi yang efektif dan berorientasi pada hasil.
Sejumlah langkah konkret BNN RI disebut sebagai bukti nyata pendekatan kolaboratif tersebut.
Salah satunya adalah pengungkapan jaringan internasional peredaran gelap narkotika bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Imigrasi.
Modus penyelundupan dilakukan dengan menyamarkan narkotika dalam liquid vape dan kemasan sachet minuman energi.
Pengungkapan itu dilakukan dalam Operasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Keberhasilan ini menunjukkan kuatnya koordinasi dan pertukaran informasi antarinstansi.
Selain penindakan, BNN RI juga memperkuat aspek pencegahan melalui peluncuran Program Jaga Jakarta Tanpa Narkoba di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Program ini melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, media, dan masyarakat.
“Seluruh langkah tersebut menunjukkan BNN RI telah mengimplementasikan arahan Presiden Prabowo untuk mengedepankan kolaborasi dan meninggalkan ego sektoral dalam menghadapi persoalan narkotika,” tutup Iswadi.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar