![]() |
| BNN RI berhasil ungkap praktik produksi narkotika di sebuah apartemen wilayah Ancol, jakarta Utara |
SERANG | Badan Narkotika Nasional (BNN) RI di bawah komando Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto berhasil membongkar jaringan internasional peredaran gelap narkotika dengan memakai modus baru dengan menyamarkan narkotika dalam cairan vape dan kemasan sachet minuman energi.
Sebagai informasi, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI berhasil mengungkap jaringan Internasional praktik laboratorium narkoba di salah satu apartemen kawasan Ancol, Jakarta Utara (Jakut), Selasa (6/1/2026).
Deputi Bidang Pemberantasan Narkotika BNN Brigjen Pol Budi Wibowo dalam penggerebekan tersebut menyatakan telah berhasil menangkap empat orang tersangka Warga Negara Asing (WNA) dan WNI.
“4 tersangka berinisial HS berperan sebagai kurir, DM kurir, PS sebagai pembiayaa/peracik, dan HSN pembiaya,” ujar Budi.
Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai operasi tersebut menunjukkan soliditas aparat dalam menjalankan program “War on Drugs For Humanity” (perang melawan narkoba demi kemanusiaan).
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah cepat, terukur, dan efektif Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto beserta jajarannya dalam membongkar jaringan narkotika,” ujar Nasky dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, keberhasilan BNN merupakan hasil kolaborasi kuat dengan, bea cukai, kemenimipas, dan stakeholder lainnya dalam memberantas jaringan narkotika lintas negara.
“Langkah tegas BNN ini menjadi pesan moral bagi publik bahwa menyelamatkan nyawa warga dan melindungi masa depan generasi bangsa adalah prioritas utama,” ucapnya.
Nasky menyebut peredaran narkoba kini telah menjadi ancaman nyata bagi ketahanan nasional.
“Peredaran narkoba merusak moral, menghancurkan generasi, dan menggerogoti masa depan bangsa,” tegasnya.
Alumnus Indef School of Political Economy itu menilai keberhasilan BNN menunjukkan ketegasan dan komitmen dalam perang membongkar praktik barang haram tersebut di dalam hingga luar negeri.
“BNN telah menunjukkan komitmen kuat dalam memutus mata rantai peredaran narkotika dari dalam negeri hingga luar negeri,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan ini selaras dengan program P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba).
Founder Nasky Milenial Center itu meminta BNN dan Polri tetap agresif dalam pemberantasan narkotika.
“Pemberantasan narkoba tidak bisa setengah-setengah. Harus lebih agresif, terstruktur, dan melibatkan sinergi semua lembaga penegak hukum,” tegasnya.
Nasky menyebut langkah BNN sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya agenda reformasi hukum dan penguatan ketahanan bangsa.
“War on Drugs For Humanity sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo terkait pemberantasan narkoba,” katanya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar