![]() |
| Foto Ilustrasi Generate AI |
TANGERANG | Bertepatan di Hari Bhayangkara ke-80 tahun mengusung tema "Mengabdi Polri untuk masyarakat", ternyata ada suara warga yang merasa pelayanan Polri belum sesuai harapan.
Di tengah kemeriahan HUT Bhayangkara itu, Gunawan Hendra mengaku di intimidasi dan di perlakuan tidak mengenakkan oleh operator dari pelayanan Polres Metro Tangerang Kota.
Awalnya, Gunawan warga Sepatan ini, melaporkan via Call Center 110 terkait kondisi lalulintas yang setiap hari sering terjadi kemacetan, lokasi itu berada di jalan raya Kedaung, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.
Namun, setelah melaporkan kondisi lalulintas tersebut, Gunawan justru mendapatkan respons tidak mengenakkan dan Hendra mengaku di intimidasi oleh operator pelayan dari pihak kepolisian.
"Saya telepon call center 110 dan saya ceritakan ke operator di telepon itu bahwa kondisi jalan di Kedaung terjadi kemacetan dan tidak ada petugas yang mengatur di lokasi, tapi saya malah di intimidasi," katanya, Rabu (1/7/26).
Gunawan mengaku, petugas operator ketika menjawab telepon dari dirinya masih sopan dan humanis.
"Responsnya baik itupun petugas yang terima telepon dari saya hanya menjawab Baik dan Siap, sopan lah jawabnya," terangnya.
Ketika telepon itu selesai, Gunawan mengungkap tiba-tiba ada pesan WhatsApp masuk ke Handphone miliknya dan itu dari 110 Metro Tangerang Kota.
"Setelah selesai saya telepon 110 itu, beberapa menit kemudian saya dapat pesan WhatsApp ngakunya dari Polres Metro Tangerang Kota, dan saya coba jelaskan malah di jawab tidak enak oleh operatornya dan nomor WhatsApp saya diblokir juga," katanya.
"Kalau ga mau macet ga usah naik mobil pak, tiap hari anggota mengatur lalu lintas, tolong saling menghargai pekerjaan antar sesama, anda punya mulut kaya tidak berpendidikan," Isi pesan WhatsApp dari petugas operator 110 Metro Tangerang Kota kepada Hendra.
Respons petugas operator 110 Metro Tangerang Kota tersebut di sesalkan oleh Gunawan, dan isi pesan singkat WhatsApp tersebut, Gunawan mengaku tersinggung dan akan melaporkan ke Polda Metro Jaya.
"Saya mau oknum yang nge-WhatsApp itu ketemu dengan saya, kalau oknum itu tidak minta maaf, saya akan buat laporan ke Propam Polda Metro Jaya," ungkapnya.
"Saya dibilang punya mulut kaya tidak berpendidikan, saya berharap oknum itu diberi sanksi tegas," sambungnya.
Gunawan juga menceritakan bahwa keluhan soal lalulintas di wilayah Kedaung itu sebelumnya pernah dilaporkan akan tetapi tidak ada perubahan.
"Beberapa bulan yang lalu, saya sudah melaporkan hal yang sama ke Polres Metro Tangerang Kota. Bahkan saya kirim Video kondisi jalan yang sering menjadi titik kemacetan tetapi tidak ada perubahan," ungkapnya.
Harusnya kata Gunawan, Operator Polisi tersebut mengerti ketika melihat history chatting di WhatsApp itu, sebelumnya pernah saya laporkan juga hal ini.
"Di nomor WhatsApp yang sama, Polres Metro Tangerang Kota pada saat itu merespons laporan saya, ketika saya sekarang lapor lagi, harusnya operator itu melihat isi chatingan sebelumnya, saya pernah melaporkan hal yang sama," tukasnya.
"Polisi saat datang ke lokasi itu hanya foto setelah dan mengatur sebentar setelah itu pergi dan ada juru parkir tidak berwenang dan tidak paham yang melanjutkan mengatur lalin," jelasnya.
Seperti diketahui, Polri saat ini sedang mengedepankan pelayanan telepon darurat agar mempermudah masyarakat dalam menyampaikan laporan dan keluhan.
Melalui Call Center 110 yang merupakan layanan darurat Polri, masyarakat dapat menghubungi secara gratis 24 jam.
Tepat di HUT Bhayangkara ke-80, saat masyarakat melaporkan dan menyampaikan keluhan kepada pihak yang berwenang malah mendapatkan prilaku dan respons tidak baik dari pelayanan Polri.
Hingga berita ditayangkan, redaksi belum dapat mengkonfirmasi dan mendapatkan keterangan resmi dari pihak Polres Metro Tangerang Kota.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar