4 Gunung Api Erupsi Hampir Bersamaan, Abu Anak Krakatau Ganggu Penerbangan

Ansori S
Minggu, September 06, 2026 | 20:49 WIB Last Updated 2026-09-06T13:49:50Z
Dok. Anak Gunung Krakatau
SERANG | Aktivitas vulkanik Indonesia kembali memuncak. Dalam kurun waktu berdekatan, empat gunung api aktif di Indonesia erupsi hampir bersamaan, mulai dari Selat Sunda hingga Maluku Utara. Fenomena ini langsung menjadi sorotan publik.


Yang paling berdampak adalah Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan rekaman dan laporan PVMBG, gunung di Selat Sunda ini erupsi menerus sejak Jumat malam 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga Minggu pagi.


Abu vulkanik dari Anak Krakatau terbawa angin dan menyebar ke sejumlah wilayah. Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, hingga Bengkulu dilaporkan terdampak. BMKG saat ini masih memantau arah sebaran abu dan dampaknya terhadap kualitas udara.


Tak hanya itu, erupsi Anak Krakatau juga mengganggu aktivitas penerbangan. Sejumlah jadwal penerbangan mengalami penundaan dan pembatalan karena alasan keselamatan.


Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda saat ini berstatus Level III Siaga. PVMBG melarang masyarakat, wisatawan, dan nelayan mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer. Fenomena lava fountain juga terekam selama erupsi.


Gunung Ibu di Maluku Utara mengalami erupsi pada Minggu dini hari. Kolom letusan teramati setinggi sekitar 400 meter di atas puncak.


Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur juga erupsi pada Minggu pagi. Kolom abu mencapai sekitar 400 meter di atas puncak.


Sementara Gunung Semeru di Jawa Timur tetap berstatus Level III Siaga dan dalam pemantauan ketat. Namun berdasarkan data MAGMA Indonesia yang dikutip Liputan6, erupsi terakhir Semeru tercatat pada 1 September 2026, bukan 6 September.


Ahli kebencanaan Daryono menegaskan tidak ada keterkaitan langsung antara keempat gunung tersebut. 


Secara geologi tidak ada satu jaringan atau pipa magma bawah tanah yang menghubungkan dapur magma keempat gunung ini. Ini murni dinamika vulkanik Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire, jelasnya.


Dengan kata lain, erupsi yang terjadi berdekatan adalah kebetulan waktu, bukan karena saling memicu.


Pemerintah melalui PVMBG, BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah meminta masyarakat tidak panik dan tidak menyebar spekulasi.


Untuk wilayah yang terdampak abu vulkanik, masyarakat diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Kurangi aktivitas luar saat hujan abu turun, tutup rapat pintu dan jendela rumah, serta ikuti arahan petugas. Pantau juga informasi resmi di aplikasi MAGMA Indonesia.


Indonesia memang sedang berada dalam periode aktivitas vulkanik yang harus diwaspadai. Bukan untuk ditakuti, tapi juga tidak boleh diremehkan, tutup pihak PVMBG.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 4 Gunung Api Erupsi Hampir Bersamaan, Abu Anak Krakatau Ganggu Penerbangan

Tidak ada komentar:

Trending Now

Iklan