![]() |
| Dok. Rais Singandaru Dalang Cilik Asal Banten |
UNESCO, pada 7 November 2003, telah menetapkan Wayang Indonesia (termasuk Wayang Golek) sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity (Warisan Budaya Takbenda).
Maka menjadi kewajiban bagi masyarakat untuk melestarikannya dengan berbagai macam cara.
Seperti di Provinsi Banten, tepat pada hari jadinya yang ke 26 menggelar Festival Dalang Wayang Golek Anak tingkat provinsi yang di gelar di Gedung Plaza Aspirasi KP3B, Kota Serang, Banten, Minggu (4/10/2026).
Festival yang di mulai pukul 9 pagi hingga 21.00 WIB, telah menetapkan juara dalang anak, satu diantaranya Rais Hafiz Singandaru.
Rais yang baru menginjak usia 10 tahun, tidak merasa canggung beraksi memperagakan keahliannya sebagai dalang wayang golek dihadapan ratusan pengunjung festival.
Bagi Rais, meraih juara ke tiga sudah sangat puas lantaran kegiatan festival yang digelar setiap tahun dan telah berlangsung selama lima tahun, baru tahun ini Kota Cilegon mengikuti festival.
Informasi yang diperoleh, Rais menjadi Juara Pertama di Kota Cilegon dan berhak mewakili kota yang dikenal dengan kota baja.
Sementara itu, Rayi Sukma, Wakil Ketua Insan Periwisata Indonesia (IPI) Provinsi Banten, Bidang Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) menyatakan, pentingnya melestarikan budaya Indonesia termasuk wayang golek.
"Karena Banten merupakan bagian dari tatar sunda yang khas dengan wayang golek yang sudah di kenal dunia internasional," katanya.
Menurut Rayi, wayang golek memiliki falsafah hidup Nusantara. Menurutnya, Rais merupakan insan pariwisata yang akan menjadi magnet pariwisata di Banten.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar