![]() |
| Dok. Pengajian Ulama dan Umaro |
Kali ini bertempat di Pendopo Masjid Minhajul Falah, Kampung Krawen, Desa Dukuh, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, pada Rabu (28/10/2026).
Acara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, meski sempat diguyur hujan, ratusan jamaah dari warga Desa Dukuh, khususnya warga Kampung Krawen tetap antusias hadir.
Turut hadir Kepala Desa Dukuh Haris Prayitno beserta Ibu PKK dan Posyandu, Sekmat Kragilan Madsuta yang mewakili Camat Kragilan, Ketua MUI Kecamatan Kragilan KH. Deenuri Dahlan, Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) KH. Ghozali, Sekretaris MWC NU Kragilan Ustad Rohili, Sekretaris MUI Kragilan Ustad Jarnawi, Ustad Jubed, Ustad Ato Badrudin, Ustad Ruri Rosadi, KH. Nahbani, serta para alim ulama, tokoh masyarakat dan sesepuh Kampung Krawen.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh Ustad Jubed, pembacaan silsilah oleh Ustad Ato Badrudin, dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an.
Kepala Desa Dukuh Haris Prayitno dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan perangkat desa dan mengucapkan terima kasih kepada warga Kampung Krawen yang sudah menjadi tuan rumah.
"Sholawat dan salam senantiasa kita curahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Dukuh, terkhusus Kampung Krawen yang sudah membersamai ngaji bersama," ujar Haris.
Ia menjelaskan pengajian keliling Desa Dukuh ini sudah memasuki kelima kampung, bergilir dari Desa Dukuh, Kampung Nagreg, Ciujung Indah, Kampung Palembangab, dan sekarang di Kampung Krawen. Ia berharap kebersamaan ini terus terjaga dan silaturahmi semakin erat.
Selain itu, Haris mengimbau warga untuk waspada memasuki musim hujan.
"Sudah memasuki musim hujan kita harus waspada, bakal banyak genangan air yang menimbulkan jentik-jentik nyamuk. Tolong kalau ada genangan air di panci, baskom, ember, dibalik. Cara ampuhnya matikan jentiknya, bukan cuma disemprot. Dan mari kita bareng-bareng gotong-royong bersihkan lingkungan agar tidak banjir," imbaunya.
Sekmat Kragilan Madsuta menyampaikan permohonan maaf dari Camat Kragilan yang tidak bisa hadir karena mendadak mendapat telepon dari Wakil Bupati untuk hadir di acara di Hotel Marbella Anyer yang waktunya bersamaan.
Madsuta mengucapkan terima kasih kepada MUI Kragilan yang senantiasa setiap bulan melaksanakan pengajian keliling.
"Ini luar biasa, di Kecamatan Kragilan kompak, ulama dan umara bersama-sama melaksanakan kewajiban mencari ilmu di majelis yang insyaallah Allah di muliakan," katanya.
Ia mengingatkan bahwa manusia terbaik adalah manusia yang belajar Al-Qur'an dan mengamalkannya. Ia juga mengajak warga mendukung Peraturan Bupati Serang Nomor 2 Tahun 2026 tentang Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dan menjaga kebersihan lingkungan serta mewaspadai musim penghujan.
Ketua MUI Kecamatan Kragilan KH. Deenuri Dahlan menyampaikan bahwa pengajian MUI Kragilan memang rutin bergilir setiap bulan di 12 desa, sehingga dalam setahun setiap desa kebagian satu kali.
"Alhamdulillah walaupun hujan membersamai kita, warga Desa Dukuh khususnya Kampung Krawen pecinta pengajian. Buktinya ibu-ibunya banyak yang hadir, bapak-bapaknya membersamai," ucapnya.
Ia menegaskan tujuan pengajian adalah silaturahmi agar saling mengenal, saling menyapa, dan saling kasih sayang sesama manusia.
KH. Deenuri juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman sesuai hadis Rasulullah SAW.
"Menjaga lingkungan dengan kebersihan itu hak dan kewajiban kita bersama. Kebersihan itu bagian daripada iman," pesannya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Naso'ihul Ibad oleh KH. Ghozali dan Kitab Riyadlul Badi'ah oleh Ustad Jarnawi, serta ditutup dengan doa oleh KH. Nahbani.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar