-->

Kamis, 05 September 2019

Biadab, Inilah Motif Ketiga Pelaku Membunuh Gadis Baduy Luar



SERANGTIMUR.CO.ID, SERANG | Jajaran Tim Resmob dan Tim Jawara Polda Banten serta Polsek Buay Pemaca akhirnya berhasil menangkap tiga tersangka pemerkosaan dan pembunuhan terhadap SW (13), gadis Suku Baduy Luar asal Kampung Karakal, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Ketiga tersangka yakni berinisial AMS alias E (20) yang merupakan pelaku utama ditangkap di Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan, sedangkan AR (15) dan F (16) Mereka ditangkap didaerah Leuwidamar Kabupaten Lebak setelah buron hampir sepekan pasca peristiwa tragis itu pada Jum'at (30/9/2019).

Lantas apa motif ketiga tersangka tega membunuh dan memerkosa korban?.
Kepada penyidik, salah satu tersangka mengaku nekat membunuh korban karena gugup dan takut aksinya diketahui warga lantaran korban SW berteriak-teriak saat diperkosa.

"Kami membunuh korban motifnya karena gugup, dia teriak-teriak, kami takut ketahuan," ujar AR salah satu tersangka saat ditanya awak media di Mapolda Banten, Kamis (5/9/2019).

Sebelum membunuh dan memerkosa korban, AMS dan dua temannya mengajak ngobrol korban yang sedang duduk sendirian di gubuknya di Kampung Cisimeut Raya, Desa Cisimeut.

"Saya nanya, di sini biasanya golok itu dibikin sendiri apa beli? Lalu dia (korban) menjawab, disini mah gak pernah bikin, selalu beli," ujarnya.

Saat itu salah satu pelaku meminjam golok milik ayah korban, korban yang polos memberikannya begitu saja. Korban lalu meminta kembali golok ayahnya yang dipinjam pelaku. Namun, pelaku menolak mengembalikan. Dia malah menodongkan golok itu ke leher korban.

"Sempat diminta lagi golok itu, enggak saya kasihin, setelah itu saya todongin ke lehernya," ujar AMS yang merupakan eksekutordalam peristiwa pembunuhan tersebut.


Setelah itu, ketiga pelaku mengikat korban dan dengan keji memperkosanya. Korban terus berusaha melakukan perlawanan. Perlawanan korban membuat ketiga pelaku panik sehingga mulai membacok korban dengan golok hingga salah satu lengan korban nyaris putus. Setelah memastikan korban tewas, ketiga pelaku kabur.

"Di situ, diikat tangannya sama itunya semuanya di situ, kami bunuh. Kalau jumlah ayunan bacok saya kurang tahu, pokoknya sampai hampir patah tangannya dia. Saya bacok tangan, pipi, dan leher. Teman saya enggak bagian membacok, dua-duanya memerkosa, saya yang membacok," ujarnya.

Menurut pengakuan dari ketiga pelaku,yang salah seorangnya masih merupakan pelajar SMA ini tega memperkosa korban lantaran korban diketahui sering terlihat sendirian di gubuk itu. Kondisi itu mendorong ketiga pelaku berencana memperkosa korban.

Diketahui, korban SW ditemukan pada pukul 16.00 WIB oleh kakak korban. Saat itu, korban baru saja akan pulang ke rumah di kawasan Karakal yang berjarak 10 kilometer dari saung tempat ditemukannya jasad korban.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan gadis Baduy dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Ketiganya, diduga sudah menyusun rencana pembunuhan dan mengintai korban selama satu bulan.

"Iya, makanya ancamannya seumur hidup. Kita upayakan itu (Pasal 340 KUHP)," kata Kapolres Lebak AKPB Dani Arianto saat wawancara dengan awak media di Mapolda Banten, Jl Syekh Nawawi Al Bantani, Serang.

(Haji Muyung)

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Kehilangan Surat Akta Jual Beli

Kehilangan Surat Akta Jual Beli
Telah Hilang Surat Berharga Berbentuk Akta Jual Beli (AJB) No. 436/29/crg/1997 A/n: Ny Janah Binti Jamari Pada Hari Rabu tanggal 16 September 2020

Media Partner

Wikipedia

Hasil penelusuran

SerangTimur.Co.Id

Featured Post

Kapolda Banten hadiri Pemusnahan Ganja Seberat 301 Kg yang Digelar BNNP Banten

SERANG | Kapolda banten Irjen Pol Drs Fiandar didampingi Dirresnarkoba Polda Banten Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, S. I. K., M.Si, Dirr...

Berlangganan Artikel

Berita Terkini

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Back to Top
Inspirasi Anak Bangsa