Peringatan Maulid Nabi Muhammad dan Refleksi Kepemimpinan Indonesia



Penulis: Sofyan Ahmad 

12 Robiul Awwal dalam hitungan Hijriyah menjadi hari bersejarah dengan lahirnya sang REVOLUSIONER dunia bernama MUHAMMAD SAW .

Seluruh umat Islam di Indonesia dan dunia memperingati hari besar tersebut, lantas apa yang bisa kita refleksikan dari keteladanan beliau?

Tentu banyak yang harus kita refleksikan di berbagai bidang polek Sosbud dan yang terkait. dalam  meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, serta menjadi penyemangat dalam mencontoh manusia terbaik di muka bumi ini.

Banyak buku yang mengulas tentang kepribadian beliau, Putra terbaik Abdullah ini mendapat julukan Al Amin (orang yang dapat di percaya) dan hal itu harus di contoh oleh para politisi Indonesia saat ini.

Amanah sebuah jabatan menjadi polemik akut para pemangku jabatan di Republik ini, Kasus korupsi yang menimpa hampir seluruh pejabat eksekutif, legislatif dan yudikatif menjadi cerminan betapa mahalnya sifat jujur di negeri ATLANTIS INI.

Pahitnya menjadi orang di jujur ditengah kehidupan pragmatis dan syarat material menjadi pemicu para pejabat menghalalkan segala cara untuk mendapatkan harta, demi meraih simpati oleh para kelompok dan orang terdekatnya.

Politik menjadi panglima sering disalahgunakan oleh para penguasa, dengan peringati maulid nabi kita bisa meneladani beliau dengan segala kerendahan hatinya.

Banyak diskusi yang penulis ikuti di kalangan intelektual kericuhan, pemberontakan yang terjadi sebenarnya salah dalam memahami arti kata syukur. Selalu ketakutan akan hari esok, kalau saya tidak begini apakah besok saya akan makan apakah hidup anak istri saya akan tercukupi.

Seperti kita ketahui Tuhan itu maha kaya kenapa harus takut akan hilangnya Rejeki, jangan takut akan hal dunia saudaraku karena kita Hamba dari yang maha paling kaya diantara yang kaya.

Keberkahan hiduplah yang harusnya kita tuju untuk memenuhi syarat material duniawi ini, selama kita terus berusaha pasti Rejeki akan kita dapatkan.

Dalam karya Michael H Hart menempatkan Nabi Muhammad SAW pada posisi pertama diantara pemimpin dunia yang lain, tutur pengamat sosial, Sofyan Ahmad.

Dia merangkap menjadi pemimpin politik, panglima perang dan Nabi. semua jabatan penting dunia serta manusia pilihan Tuhan ketika diangkat nabi dan rasul menjadi tugasnya.

Bahkan satu satunya pemimpin dunia akhirat hanyalah seorang NABI MUHAMMAD tanpa terkecuali, dan itu sudah ada di dalam Al Quran dan hadis.

Maka dari itu saya mengajak para pemangku jabatan di Republik ini teladanilah Nabi Muhammad SAW niscaya kehampaan dan ketakutan akan hilangnya jabatan dunia tidak terjadi.

Hidup berkah akan selalu nikmat, harta dunia di ibaratkan seperti air laut semakin banyak kita minumnya akan ketagihan. Itulah dunia yang bersifat Fana, usia manusia modern saat ini paling tinggi di usia 90 tahun, maka dari itu "Nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan," tutur Sofyan Ahmad.

Post a Comment

0 Comments