-->

Selasa, 28 Januari 2020

Gerakan Mahasiswa Kopo, Desak Camat untuk Buka Kembali Akses Jalan Dua Desa Babakan Jaya-Gabus



SERANG (STC) - Gerakan Mahasiswa Kopo (GMK) menemui Camat Kopo untuk menggelar audiensi terkait akses jalan antar desa Babakan Jaya - Gabus yang ditutup olek aktivitas pembangunan perusahaan, Senin (28/1/2020).

Junawar, salah satu warga kampung Bojong Desa Babakan Jaya sekaligus Anggota GMK menegaskan, perihal problematika penutupan akses jalan dan jembatan antar desa Babakan Jaya dan Gabus yang tak ada kepastian.

"Sudah setengah tahun kami vakum tak dapat gunakan jembatan dan jalan antar Desa, itu sangat menghambat kegiatan kami (warga Kampung Kadatuan, Desa Gabus dan Kampung Bojong Desa Babakan Jaya). Yang tadinya kami butuh waktu 5 menit sekarang harus muter sampe sekitar 30 menitan," tegas Junawar, juga mahasiswa aktif di UIN SMH Banten.

Junawar juga menambahkan, bahwa dirinya kasihan kepada pelajar yang harus menempuh jarak yang lebih jauh.

"Pemerintah sudah membangunkan kami jalan dan jembatan untuk menopang aktivitas kami. Kenapa perusahaan menutup dengan alih-alih perusahaan membeli tanah yang dilintasi jalan tersebut, dengan sekehendak hati mereka (perusahaan) menutupnya, yang dirugikan jelas kami akibat adanya pembangunan tersebut, bukannya mempermudah ini malah mempersulit, kasihan kepada adik-adik pelajar yang harus menempuh perjalanan lebih panjang, janji perusahaan yang akan memberikan jalan alternatif sampai saat ini masih omong - kosong malah mereka mempanel setiap batas pinggir perusahaan, kami bukan anti terjadap pembangun kami anti kesewenang - wenangan," tegas Junawar.

Sementara itu, Andrian Kaswari, Ketua Umum Terpilih Periode 2020-2021 juga menyampaikan selain terkait penutupan jalan yang diakibatkan pembangunan kecamtan kopo harus segera berbenah meningkatkan kualitas SDM.

"Membaca draf RTRW Kabupaten Serang 2011-2031 kami khawatir ketika pembangunan begitu pesat dikecamatan Kopo, tapi SDM-nya tidak memadai. Kemudian ini pun bisa terjadi perang sosial, perang budaya, perang ekonomi antar penduduk lokal dengan pendatang, kemungkinan besar pribumi yang  kalah dan Tersingkirkan," ungkap Andrian.

Setelah mendengarkan topik audiensi dari Gerakan Mahasiswa Kopo (GMK) Camat Kopo, Tenda Subekti, menyambut baik kedatangan dan tujuan Gerakan Mahasiswa Kopo (GMK) yang mana mahasiswa telah ikut andil dalam meningkatkan SDM di kecamatan Kopo dan menyampaikan aspirasi masyarakat Desa Babakan Jaya dan Gabus

"Untuk peningkatan SDM di Kecamatan Kopo kita harus bersinergi, antara mahasiswa dan Kepemerintahan Kecamatan Kopo. Adapun masalah penutupan akses jalan dan jembatan yang terjadi antar Desa Babakan Jaya dan Gabus itu akan segera disampaikan ke pihak Pemkab Serang dan akan menegur pihak perusahaan," tutup Camat.

#Romako
#Redaksi

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Write comment

Kehilangan Surat Akta Jual Beli

Kehilangan Surat Akta Jual Beli
Telah Hilang Surat Berharga Berbentuk Akta Jual Beli (AJB) No. 436/29/crg/1997 A/n: Ny Janah Binti Jamari Pada Hari Rabu tanggal 16 September 2020

Media Partner

Wikipedia

Hasil penelusuran

SerangTimur.Co.Id

Featured Post

Pansel Terbuka JPT Pratama Kota Cilegon Diduga Bermasalah

CILEGON | Hasil pengumuman seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon, diduga ber...

Berlangganan Artikel

Berita Terkini

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Back to Top
Inspirasi Anak Bangsa