Karantina Pertanian Cilegon dan CSR GGM Gandeng Indonesia In Your Hand untuk Permudah Akses Ekspor Petani Banten



CILEGON (STC) - Kota Cilegon selain dikenal dengan daerah industri ternyata memiliki hasil pertanian yang berpotensi untuk diekspor, yaitu melon emas. Tahun 2019 luas lahan melon mas dikota Cilegon sebesar 10,7 ha yang menghasilkan 157.430 kg (Data Dinas Pertanian Kota Cilegon).

"Golden Melon Cilegon telah menguasai pasar premium lokal di Jabodetabek, saatnya go international dengan aplikasi penjualan online," ujar Raden Nurcahyo Kepala Karantina Pertanian Cilegon, Kamis (23/1/2020).

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Karantina Pertanian Cilegon menggandeng PT. Golden Grand Mills (GGM) untuk membina dan memberikan akses kepada 20 orang petani melon emas dengan eksportir dan penyedia jasa akses pasar ekspor.

Diharapkan dengan adanya dukungan dari program CSR, ekspor melon emas Cilegon dapat segera terealisasi pada tahun 2020.

"Dengan demikian akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga mewujudkan program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Ekspor) yang telah menjadi program Menteri Pertanian Indonesia," tambah Raden.

Untuk diketahuni bahwa pada tahun 2019, tepatnya 23 Desember 2019. Ibu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cilegon, Sari Suryati telah mendeklarasikan program CSR bersama perusahaan pengolah pangan yang didampingi oleh Raden Nurcahyo Nugroho Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Banten Tabrani dan Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kota Cilegon Mas Andang Eka Pria.

Ini merupakan kegiatan CSR kali ke dua, setelah sebelumnya dilakukan oleh PT. Tereos FKS Indonesia yang memberikan bimbingan teknis kepada 30 petani manggis dari Kabupaten Serang, Lebak dan Pandeglang.

Narasumber yang hadir berasal dari Biro Kerjasama Luar Negeri Kementerian Pertanian dan Indonesia In Your Hand (penyedia aplikasi ekspor online).

#Ady/Redaksi

Post a Comment

0 Comments