Terkait Penolakan Masyarakat Terhadap Pulung, Ketua RW : Pulung Juga Kerap Mengaku Keluarga Bupati Irna



PANDEGLANG (STC) - Terkait penolakan  warga Kampung Mayangpang, RT/001/002, Desa Banyuresmi, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang-Banten, soal keberadaan salah seorang warga yang dianggap meresahkan masyarakat yang di tuangkan dalam pernyataan penolakan, Ketua RW 02 Kampung Mayangpang mengatakan jika Pulung juga mengaku masih famili Bupati Pandeglang Irna Narulita.

"Menurut pengakuan Pulung jika dirinya mengaku sebagai keluarga dari Ibu Irna, bahkan jika warga kami punya sedikit masalah dia selalu bicara borgol-borgol saja," ujar Ajid, Ketua RW Kampung Mayangpang, saat dihubungi via telepon, Jum'at (21/2/2020) malam.

Lanjut Ajid, dia (Pulung) kerap bilang jika dirinya kerap menghubungi via telepon yang menurutnya jika dirinya yang dihubungi adalah Pak Dimyati atau Ibu Irna.

"Masyarakat mah gak tau kan hanya iya iya saja. Dia kerap bilang suka menghubungi pak Dimyati atau Bu Irna, tapi apakah benar atau tidak, kan warga juga tidak tahu," jelas Ajid.

Kendati demikian, Ajid dan seluruh warga Kampung Mayangpang tidak menginginkan Pulung berada di Kampungnya. Karena, kata Ajid, masyarakat sangat merasa tidak nyaman atas keberadaannya.

"Dia sudah cerai sama istrinya tolak 3, tapi masih kumpul kebo. Intinya masyarakat tidak mau yang bersangkutan tinggal di Kampung Mayangpang," tukasnya.

Ajid menambahkan, Pulung juga telah melakukan penutupan sumur, pelecehan terhadap masyarakat. Intinya meresahkan masyarakat bahakan, mengancam akan memborgol semua masyarakat dan menduh masyarakat melakukan tindakan makar.

"Polisi dari Polsek juga sudah datang dan semua persoalan ini sudah di sampaikan kepada pihak hukum. Karena kita ini buta hukum, tapi masalah sudah kita beberkan kepada pihak berwajib, terkait persoalan yang ada di Kampung Mayangpang," tutupnya.

#Red

Post a Comment

0 Comments