Alasan Tak Ada Dokter, Pihak Puskesmas Pamarayan Diduga Tolak Pasien Berobat



SERANG (STC) - Seorang warga Kampung Pangendetan 001/001 Desa Damping, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang Jari (47) diduga telah ditolak oleh petugas jaga Puskesmas Pamarayan. Dimana kejadian tersebut berawal ketika warga Damping hendak berobat, Kamis (02/04/2020) malam.

Dikatakan Jari, saat itu dirinya berdua besama temannya, mengalami pilek sumeng usai kehujanan. Dan langsung datang ke Dr. Dadang. Saat dilokasi alasan di Dr. Dadang tidak ada Dokternya.

"Saya langsung datang ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Pamarayan, penjaga disana langsung menolak saya yang hendak berobat," kata Jari.

"Saya langsung ditolak dengan kata - kata judes, sekarang tidak bisa pak, besok saja. Kalau menggunakan Kartu Jamkesmas besok," ungkap Jari menirukan kata-kata pihak Puskesmas, Jum'at (03/4/2020).

"Padahal saya sekarang pakai uang cash, tetap saja ditolak," imbuh warga Desa Damping ini.

Sungguh ironis memang, disaat situasi seperti ini, masih ada alasan penolakan terhadap pelayanan kesehatan. Padahal sudah jelas kepala Daerah dalam hal ini Bupati Serang, telah menginstruksikan agar pihak Puskesmas menjadi gugus tugas di wilayahnya masing-masing dalam kondisi Pandemi saat ini.

Dan hingga berita ini ditayangkan, pihak Puskesmas Pamarayan belum bisa dikonfirmasi.

Penulis : Lahudin

Post a Comment

0 Comments