• Best Viral Premium Blogger Templates

     


    Iklan

    terkini

    Kapolri Cabut Kembali Surat Telegram Larangan Media Tampilkan Kekerasan Polisi

    serangtimur.co.id
    Tuesday, April 06, 2021, Tuesday, April 06, 2021 WIB Last Updated 2021-04-06T11:29:35Z

    JAKARTA | Polri sebelumnya mengeluarkan Surat Telegram (ST) yang isinya melarang media untuk menayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan kepolisian. Setelah mendapat masukan dari publik, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya mencabut aturan tersebut.


    Pencabutan ini termuat dalam Surat Telegram Nomor: ST/759/IV/HUM.3.4.5./2021. Surat tersebut dikeluarkan pada hari ini, Selasa, 6 April 2021, dan ditandatangani Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono.


    "SEHUB DGN REF DI ATAS KMA DISAMPAIKAN KPD KA BAHWA ST KAPOLRI SEBAGAIMANA RED NOMOR EMPAT DI ATAS DINYATAKAN DICABUT/DIBATALKAN TTK," demikian bunyi surat telegram tersebut.


    Dalam kesempatan ini, Divisi Humas Polri juga menyampaikan permintaan maaf jika terjadi miskomunikasi dan membuat ketidaknyamanan bagi kalangan media massa. Karo Penmas Polri Brigjen Rusdi Hartono sebelumnya juga sudah memberikan klarifikasi.


    Dia menyatakan surat telegram tersebut sebenarnya dibuat untuk kepentingan internal.


    "Lihat STR itu ditujukan kepada kabid humas, itu petunjuk dan arahan dari Mabes ke wilayah. Hanya untuk internal," kata Brigjen Rusdi.

    (***)

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Kapolri Cabut Kembali Surat Telegram Larangan Media Tampilkan Kekerasan Polisi

    No comments:

    Post a Comment

    Kirimkan Komentar Anda di Kolom ini

    Popular Posts

    Iklan

    Close x