Masyarakat Desa Leuwilimus Keluhkan Pencemaran dari PT Xiang Wang Indonesia Kawasan Pancatama

SERANG | Masyarakat Desa Leuwilimus keluhkan sesak napas, dan gatal-gatal akibat pencemaran PT Xiang Wang Indonesia yang berproduksi B3 di jalan kawasan Pancatama Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang-Banten.


Perusahaan PT Xiang Wang Indonesia yang berproduksi pengolahan limbah B3 dikeluhkan masyarakat lingkungan Desa Leuwilimus dan beberapa perusahaan dilingkungan sekitar kawasan. 


Rasmidi selaku tokoh masyarakat Desa Leuwilimus mengatakan, bahwa warganya pada mengeluh akibat adanya aktifitas PT Xiang Wang Indonesia, yang selama ini telah melakukan uji coba pengolahan limbah B3 yang berakibat fatal. 


"Rahmat Hidayat (22) warga Kampung Gambar dan Andi azis (31) Kampung Tanjakan berdasarkan hasil pemeriksaan Puskesmas Cikande tertanggal (22/5/2021) mengalami sakit yang diakibatkan asap yang bau dan iritasi dari perusahaan Xiang Wang Indonesia," kata Rasmidi, Sabtu (29/5/2021).


Lanjut Rasmidi, bahwa asap yang keluar dari perusahaan tersebut sangat membahayakan lingkungan. 


"Asap yang keluar dari perusahaan tersebut sangat bau, jadi masyarakat yang mencium aromanya sampai sesak napas," jelasnya.


Menurutnya, bahwan perusahaan sebelahnya PT Fonusa Agung Mulia saja semenjak jumat yang lalu dan Jum'at (28/5/2021) banyak yang dievakuasi akibat tidak nyamannya produksi dan perusahaan tersebut sudah melakukan somasi kepada perusahaan tersebut.


Dan pihaknya berharap para pengusaha yang mau mendirikan Pabrik atau Gedung yang berdekatan dengan pemukiman warga sebelum mendirikan rangka bangunan hendaknya melakukan sosialisasi tentang keterbukaan analisis akan dampak lingkungan (AMDAL) dan setelah beroprasi hendaknya tiap perusahaan melaksanakan UKL-UPL sesuai amanat UU & ketentuan yang berlaku.


Sementara itu Kepala Desa Leuwilimus Karmawan mengatakan, bahwa PT Xiang Wang Indonesia sedang melakukan uji coba peleburan bahan baku.  Yang mana kata Karmawan,  pihak perusahaan pernah datang kekantor Desa bahwa PT Xiang Wang Indonesia akan melakukan uji coba produksi.


Lanjut Karmawan bahwa perusahaan tersebut untuk saat ini tidak boleh operasi, karena asap dari perusahaan sangat mengganggu lingkungan Desa Leuwilimus. 


"Kami meminta kepada perusahaan, jika ingin berproduksi sebaiknya perusahaan memperbaiki mesin sebaik mungkin, agar asap yang dikeluarkan lewat udara tidak berbahaya bagi lingkungan," kata Karmawan.


Reporter: Zami

Post a Comment

0 Comments