Buka Tutup Irigasi Pamarayan Timur Akibatkan Kekeringan Area Persawahan di Tiga Wilayah, Petani Terancam Gagal Panen

SERANG | Para Petani kini mengeluhkan kembali adanya buka tutup pintu air karena adanya normalisasi irigasi Pamarayan Timur di Kabupaten Serang-Banten yang mengakibatkan kekeringan area pesawahan di tiga wilayah Kecamatan.


Adanya buka tutup pintu air di wilayah Serang Timur, seperti di Kecamatan Kibin, Carenang dan Tanara yang kini mengakibatkan area persawahan kekurangan air bahkan kering.


Hal tersebut tentu dikeluhkan para petani di Desa Teras, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang. Dimana hampir semua petani padi mengeluhkan kondisi pasokan air irigasi ke area sawah mereka.


Seperti yang di katakan Petani asal Desa Teras Sarmana, menurutnya, kondisi ini dapat mengakibatkan gagal panen bagi para petani.


"Saya meyakini bukan hanya di Carenang saja, akan tetapi di wilayah lain seperti kibin dan Tanara juga kekeringan. Seharusnya pemerintah melihat situasi saat ini, dan ini sudah kedua kalinya buka tutup air seperti tahun kemarin, apalagi kami para petani sedang membutuhkan air di tambah musim kering seperti ini," kata Dia, Kamis (29/7/2021).


Sarmana menjelaskan, untuk buka tutup air memang ada jadwalnya sekitar 15 hari buka dan 15 hari tutup dalam edarannya, tetapi buka tutup pintu irigasi ternyata bverdampak buruk bagi para petani.

"Untuk buka tutup air memang ada edarannya, vakan tetapi kita sebagai petani yah mau bagaimana lagi kita pasrah dengan keadaan, walaupun memang para petani membutuhkan air tersebut," tandasnya.


Berita sebelumnya:

https://www.serangtimur.co.id/2019/08/diduga-akibat-normalisasi-pamarayan.html


Sementara itu PPL Kecamatan Carenang Yana mengatakan, bahwa jadwal yang bergeser terlalu jauh yang seharusnya periode Mei itu sudah selesai tanam, sedangkan di kita baru mulai hampir sebulan. Ini karena keragu-raguan adanya jaminan air itu makanya kita mengusulkan ke balai besar.


"Kita sudah bikin suratnya sudah sampai ke ketua dewan, dan ibu Bupati juga, bagaimana khususnya wilayah timur, yah untuk jaminan air tersedia, meskipun ada jadwal buka tutup. Namun kenyataannya kan ketika air dibuka, air belum nyampe atau terpenuhi sudah di tutup kembali, terus mau bagaimana lagi," ujarnya.


Yana menjelaskan, kalau secara tekhnis air itu kewenangan ya bukan di BPP atau di Dinas Pertanian, sehingga pihaknya juga bingung ketika petani menanyakan hal itu.


"Makanya ada jalurnya melalui komisi irigasi yang di ketuai oleh ibu Bupati jadi secara SKPD nya tergantung di komisi air itu sendiri untuk kebijakan airnya dan tekhnisnya ada di balai besar BBWSC, jadi kewenangan dinas pertanian sama air ya kecil," tukasnya.


Dan sebagai petani penerima manfaat air, kalau secara kelembagaan kelompok tani, karena petani banyak yang nanya ke kelompok, dan bingung juga menjawabnya karena untuk sektor air ada lagi lembaga yang namanya P3A.


"Yang jelas itu kewenangannya ada di PUPR strukturnya, bukan di BPP, kalau di BPP adanya di kelompok tani tidak langsung mengurus air, hanya pemakai air, dan kewenangan air itu ada di PUPR melalui P3A atau PTG3I," jelasnya.


Hasil pantuan serangtimur.co.id, kekeringan yang terjadi di sebagian wilayah Kecamatan di Kabupaten Serang, diduga akibat adanya proyek normalilasi yang sedang berjalan, Buka tutup air menjadi Faktor utamanya, sehingga para petani kini dikeluhkan dengan kekeringan air. Pada masa pendemi saat ini, dapat dipastikan petani akan mengalami gagal panen akibat kebijakan pembangunan yang tidak melalui mekanisme yang baik. "Kontraktor untung petani Buntung".


(*/Nurlan)

Post a Comment

0 Comments