Iklan


 

Jadi Pemateri IHT di SMKN 10 Kabupaten Tangerang, Ketua FJSR dan Dosen UBD Sampaikan Pemahaman Soal Jurnalisme

serangtimur.co.id
Saturday, November 13, 2021 | 19:46 WIB Last Updated 2021-11-13T19:40:34Z
Kegiatan IHT SMKN 10 Kab. Tangerang (dok.ist)

TANGERANG | Dalam rangka meningkatakan kualitas dan kompetensi bagi guru sebagai tenaga pendidik dalam melakukan pembelajaran, SMKN 10 Kabupaten Tangerang menggelar In House Training (IHT) selama 3 hari, di mulai pada Kamis (11/11), Sabtu (13/11) dan Senin (15/11) yang dilaksanakan melalui Luring dan Daring.


Selain para guru SMKN 10 Kabupaten Tangerang dituntut untuk menjadi tenaga pendidik yang profesional dan mampu menjadikan sekolah sebagai pusat keunggulan belajar, kegiatan In House Traning ini juga di bahas bagaimana guru bisa dan mampu membuat sebuah berita atau menulis berita sesuai kaidah dan kode etik jurnalistik.


Pada kesepatan ini, selaku pemateri, Dosen UBD, Tia Nurapriyanti, M.Ikom, menyampaikan, bahwa jurnalisme adalah kegiatan menghimpun berita, mencari fakta, dan melaporkan peristiwa. Dan jurnalisme dalam konsep media, artinya catatan harian mengenai kejadian sehari-hari, atau bisa juga berarti surat kabar. 


Tia menjelaskan, jurnalis pada umumnya bekerja pada sebuah industri yang disebut media. Secara makna, media mengandung arti sebagai wadah penyalur antara pihak pertama dan ketiga. Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, media berarti jembatan antara pemerintah dan rakyatnya.

Pemateri cek hasil berita yang dibuat oleh peserta (ist)

"Secara lebih sederhana, pewarta dapat juga dikatakan sebagai orang yang melaporkan kejadian dengan menyatakan siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana peristiwa itu terjadi. Dengan kata lain, mereka berpegang pada berita yang berdasarkan konsep 5W+1H," jelasnya.


Semantara itu, Ketua FJSR Ansori menyampaikan, bahwa jurnalistik adalah proses kegiatan mengolah, menulis, dan menyebarluaskan berita dan atau opini melalui media massa. Atau juga jurnalistik adalah kegiatan mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan berita kepada khalayak seluas-luasnya. 


"Jadi dapat saya simpulkan, bahwa kegiatan jurnalistik adalah suatu kepandaian praktis mengumpulkan, mengedit berita untuk pemberitaan dalam surat kabar, majalah, atau terbitan terbitan berkala lainnya. Selain bersifat ketrampilan praktis, jurnalistik merupakan seni," ujarnya saat menyampaiakan materi, di SMKN 10 Kabupaten Tangerang, Sabtu (13/11/2021).


Selain berbicara, Jurnalisme, Ansori juga menyampaikan apa itu jurnalisme warga dan bagaiamana syarat jurnalisme warga bisa diterbitkan di sebuah surat kabar ataupun media masa kini.

Sesi tanya jawab pesrta IHT dan Pemateri Jurnalisme (ist)

Seperti yang sudah dijelaskan dalam jenis-jenis jurnalisme, lanjut Ansori, bahwa ada banyak jenis jurnalisme yang ada sekarang. Mulai dari jurnalisme sastrawi, jurnalisme kebencanaan, hingga jurnalisme warga (citizen jurnalistik) atau sebuah kegiatan kelembagaan yang di baut oleh lembaga kehumasan untuk disampaikan kepada masyarakat secara luas.


"Nah jadi, jurnalisme warga adalah kegiatan aktif yang dilakukan oleh warga untuk mengumpulkan, menganalisis, pelaporan, peliputan serta penyampaian informasi dan berita, dan rekan-rekan guru dapat membuat berita kegitan internal sekolah, bisa melalui website sendiri atau dikirim ke sebuah redaksi media," katanya.


Dan tipe jurnalisme seperti yang dapat dilakukan oleh para guru atau instasi lainya, lanjutnya, seringkali memuat tren dan paradigma baru. Contohnya, tentang bagaimana pemirsa diajak terlibat dalam proses pemroduksian suatu berita.

Peserta IHT berikan Pertanyaan (ist)

Ia juga menyebutkan, tidak semua jurnalisme warga itu bisa mendapat kepercayaan dari media, untuk dimuat pada medianya. Ada beberapa syarat-syarat tertentu agar jurnalisme warga itu bisa dimuat. Nah, ada beberapa syarat-syarat jurnalisme warga yang bisa dimuat oleh media.


Salah satunya memiliki etika publik yang harus di patuhi oleh pelaku jurnalisme yaitu berkaitan dengan kejujuran.


"Pada dasarnya si penulis tidak boleh memanipulasi data dilapangan. Penulis harus menuliskan berita atau melaporkan berita sesuai dengan fakta yang ada. Kalaupun metode pengambilan data berita tidak secara langsung (dari pihak ketiga). Pelaku jurnalisme warga harus menyantumkan sumber data dari siapa ia mendapatkannya," jelasnya.


"Dapat juga berformat cerita, menulis pada bidang tertentu, konsisten dan konten di muat secara orisinil," imbuhnya saat menyampaikan pemaparan.


Diketahui, dalam kegiatan IHT Jurnalisme ini, selanjutnya diisi dengan sesi tanya jawab oleh peserta dan pemateri, serta pembuatan berita secara lansung dan menjadi reporter dadakan untuk menyampaikan hasil kegiatan IHT yang sedang berlansung.


[*Zami]


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jadi Pemateri IHT di SMKN 10 Kabupaten Tangerang, Ketua FJSR dan Dosen UBD Sampaikan Pemahaman Soal Jurnalisme

No comments:

Post a Comment

Kirimkan Komentar Anda di Kolom ini

Trending Now

Iklan