Ombudsman Jakarta Raya Sebut Minyak Goreng Masih Langka

serangtimur.co.id
Rabu, Februari 23, 2022 | 17:18 WIB Last Updated 2022-02-23T10:18:11Z
Foto: Istimewa

JAKARTA | ​Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya melakukan pemantauan ketersediaan dan harga minyak goreng di beberapa lokasi antaralain, Provinsi DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.


"Kami telah melakukan pemantauan dibeberapa kota/kabupaten wilayah kerja Ombudsman RI Jakarta Raya sejak tanggal 19 sampai dengan 21 Februari 2022. Hal tersebut kami lakukan dibeberapa titik diantaranya pasar tradisional, pasar moderen, ritel modern, dan toko tradisional," Tegas Dedy Irsan sebagai Plt. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jakarta Raya, Rabu (23/2/2022).


Hasil dari pemantauan yang dilakukan oleh Tim yg dipimpin Mulyadin bersama Eka Tamia Mahakami, Olvi Lusianti Dewi, dan P Dika Arlita Kurnia (Ulil) ditemukan bahwa :


1. Hasil Pantauan di Provinsi DKI Jakarta:


a. Ombudsman RI perwakilan Jakarta Raya memantau di Pasar Manggis, Pasar Tebet Barat, Tiptop Pondok Bambu, Superindo Mall Bassura, dan beberapa toko kelontong dan ritel modern (alfamat/indomaret).


b. Harga minyak goreng curah di pasar tradisional terpantau sekitar Rp 18.000-22.000/liter dan untuk harga minyak goreng kemasan berkisar 17.000/1 liter dan 35.000-41.000/2 liter.


c. Terkait dengan ketersedian stok minyak di pasar tradisional masih ada namun tidak banyak. Beberapa pedagang memilih untuk tidak menyetok minyak goreng dikarenakan harga dari agen masih tinggi.


d. Harga minyak goreng kemasan di pasar modern terpantau sesuai dengan edaran Pemerintah yaitu Rp 14.000/liter dan Rp 28.000/2 liter.


e. Terkait ketersediaan stok di Pasar Modern terpantau stabil dikarenakan mereka mendapatkan pasokan dari distributor langsung. Meskipun stoknya stabil pembelian di pasar modern masih dibatasi yaitu 2 buah untuk ukuran 1 liter dan 1 buah untuk 2 liter.


f. Ketersedian stok minyak goreng di toko-toko ritel modern terpantau tidak stabil karena beberapa toko ritel tidak memiliki ketersediaan minyak goreng begitu juga dengan toko tradisional, namun untuk harga minyak di ritel modern terpantau wajar yaitu Rp 14.000/liter dan Rp 28.000/2 liter, sedangkan di toko tradisional lebih mahal berkisar 17.000-20.000/1 liter dan 35.000-40.000/2 liter.


g. Sebagian titik yang didatangi sudah mendapatkan kunjungan oleh instansi pemerintah untuk melakukan peninjauan terkait minyak goreng.

 

2. Hasil Pantauan di Kota Bekasi, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor:


a. Pada wilayah Kota Bekasi Ombudsman RI perwakilan Jakarta Raya memantau di Pasar Pondok Gede, Naga Pasar Swalayan Pondok Gede, Hypermart Pondok Gede dan beberapa toko kelontong dan ritel modern (alfamat/indomaret).


Sedangkan untuk wilayah Kota dan Kabupaten Bogor Ombudsman RI perwakilan Jakarta Raya memantau di Pasar Transmart Cibinong, Pasar TU Kemang Bogor, Toserba Yogya Bogor, dan beberapa toko kelontong dan ritel modern (alfamat/indomaret).


b. Harga minyak goreng curah di pasar tradisional dan toko tradisional terpantau sekitar Rp 17.000-20.000 liter dan untuk harga minyak goreng kemasan berkisar 14.000 - 20.000/1 liter dan 28.000-40.000 2 liter.


c. Terkait dengan ketersedian stok minyak di pasar tradisional dan toko tradisional tidak stabil karena tidak semua toko memiliki ketersediaan barang. Hal tsersebut dikarenakan pasokan minyak goreng mereka dari agen juga susah dan harganya masih tinggi.


d. Harga minyak goreng kemasan di pasar modern terpantau sesuai dengan edaran Pemerintah yaitu Rp 14.000/liter dan Rp 28.000/2 liter.


e. Terkait ketersediaan stok di Pasar Modern terpantau stabil dikarenakan mereka mendapatkan pasokan dari distributor langsung. Meskipun stoknya stabil pembelian di pasar modern masih dibatasi yaitu 2 buah untuk ukuran 1 liter dan 1 buah untuk 2 liter.


f. Ketersedian minyak goreng di toko-toko ritel modern terpantau tidak stabil karena beberapa toko ritel tidak memiliki ketersediaan minyak goreng. Terkait dengan harga jual minyak goreng terpantau wajar yaitu Rp 14.000/liter dan Rp 28.000/2 liter.


"Toko ritel mendapatkan pasokan barang dari gudang besar mereka masing-masing dan didistribusikan sekitar 1-2 minggu sekali namun tidak pasti ada ketersedian minyak goreng yang dikirimkan," ujar Mulyadin.


[Redaksi]

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ombudsman Jakarta Raya Sebut Minyak Goreng Masih Langka

Tidak ada komentar:

Trending Now

Iklan