CILEGON | Ketua LSM BMPP Deni Juweni menyoroti dan meminta pertanggungjawaban pihak pengelola jalan Tol Tangerang-Merak yaitu PT. Marga Mandala Sakti (MMS), terkait banjir yang diduga dipicu oleh proyek pelebaran jalan tol di sekitar kawasan Perumahan Metro Villa, Kota Cilegon.
Menurut Deni, pembangunan dan pelebaran jalan tol yang berada di sekitar KM 90, perbatasan Kelurahan Panggung Rawi dan Kedong Dalem, Kecamatan Jombang, diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir yang kerap melanda lingkungan perumahan Metro Villa Cilegon saat hujan deras.
Ia menjelaskan, beberapa saluran air yang sebelumnya menjadi jalur aliran air kini tertutup atau mengalami penyempitan akibat aktivitas proyek, sehingga aliran air tidak berjalan lancar.
“Saluran air yang menjadi jalur utama aliran air justru tidak bisa menampung debit air yang besar Akibatnya ketika hujan deras turun, air meluap dan menyebabkan banjir di lingkungan warga Metro Villa, coba waktu itu aspirasi masyarakat ini di jalankan ( meninggikan jembatan) mungkin bisa meminimalisir kejadian ini," kata Deni Selasa 10 Maret 2026.
Deni menegaskan bahwa pihaknya bersama masyarakat sebelumnya telah melakukan musyawarah dengan pihak terkait pada 30 April 2018.
Dalam kesepakatan tersebut disepakati adanya program penanganan saluran air, termasuk pembangunan gorong-gorong untuk mengantisipasi banjir.
Namun, menurutnya hingga kini beberapa poin kesepakatan tersebut belum terealisasi secara maksimal.
“Kami meminta pihak pengelola tol untuk segera bertanggung jawab dan menindaklanjuti kesepakatan yang telah dibuat, termasuk pembangunan gorong-gorong dan normalisasi saluran air,” tegasnya.
Ia menambahkan, masyarakat pada dasarnya mendukung pembangunan dan pelebaran jalan tol karena dinilai penting bagi perkembangan infrastruktur dan kelancaran transportasi.
Namun, pihak pengelola proyek diharapkan tetap memperhatikan dampak lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitar.
Sementara itu, petugas pemeliharaan saluran tol menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pembersihan gorong-gorong di sekitar lokasi untuk mengatasi sampah yang menghambat aliran air.
Pembersihan tersebut dilakukan oleh beberapa personel dengan mengangkat sampah berupa daun dan ranting yang menyumbat saluran.
Meski demikian, masyarakat berharap adanya penanganan yang lebih permanen, seperti pembangunan gorong-gorong yang lebih besar dan peningkatan jembatan, agar banjir tidak kembali terjadi saat musim hujan.
Warga Metro Villa pun berharap pihak pengelola jalan tol dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat sekitar.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar