![]() |
| Foto: Ilustrasi |
Saat dikonfirmasi, Kepala SMPN 2 Jawilan dan beberapa guru di SDN Junti membenarkan jika sekolahnya tidak mendapatkan kiriman MBG. Dan hal itu, berbeda dengan SPPG lain yang tetap mengirimkan menu MBG ke Sekolah.
"Kami tidak tahu sampai kapan tidak di kirim. Karena ini sudah yang kedua kalinya," jelas pihak sekolah, Jum'at (5/6).
Sementara itu, pihak SPPG Junti Hafizah membenarkan soal mogoknya kirim MBG ke beberapa sekolah. Dirinya berdalih bahwa hal itu disebabkan karena tidak turunya anggaran dari pusat.
"Benar SPPG kami tidak mengirimkan menu MBG. Hal ini anggaran dari pusat belum turun ke yayasan," kata Hafizah.
Menyikapi hal itu, pegiat media sosial Kresna Sakti, menegaskan, bahwa alasan tidak ada anggaran atau anggaran tidak turun ke yayasan seharusnya pihak SPPG tetap mengirim MBG, sebab dapur SPPG merupakan alat bisnis bukan dapur sosial.
"Lah, kalo SPPG nunggu dana cair, artinya selama ini tidak punya modal. Dan dapur MBG ini bisnis bukan dapur sosial, sehingga seharusnya pihak pengelola harus tetap melakukan pengiriman. Jangan hanya cari untung saja," tandasnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar