![]() |
| Dok. Surat Tugas VPC dan Tanda Laporan di Polda Banten. (Foto: Tangkap Layar/Ist) |
SERANG | Menanggapi insiden penyerangan dan tindak kekerasan oleh sekelompok orang yang menimpa anggota Viking Serang di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang pada Minggu (7/6/2026) malam. Viking Persib Club (VPC) mengambil langkah tegas.
Dalam unggahan di akun Instagram resmi Ketua Umum VPC Tobias Ginanjar, pihak VPC mengutuk keras segala bentuk kekerasan di sepak bola.
Terlebih insiden ini dilaporkan turut melibatkan anak kecil yang seharusnya mendapatkan ruang aman.
Beberapa poin pernyataan sikap dari Viking Persib Club yakni:
- Mengutuk segala bentuk tindak kekerasan yang terjadi di Kragilan, Serang.
- Ketua Distrik Viking Serang telah berkoordinasi intens dengan Ketua Umum VPC dan sepakat mengambil langkah hukum sesuai prosedur. Laporan polisi pun telah resmi dibuat di Polda Banten pada Senin (8/6).
- Mengimbau kepada seluruh anggota Viking/Bobotoh untuk menahan diri, "Tidak melakukan aksi balasan" dan mempercayakan penuh proses hukum yang sedang berjalan.
- VPC resmi menugaskan Piar Pratama S, S.H., untuk berangkat langsung ke Serang guna memberikan pendampingan hukum kepada korban hingga tuntas.
Mari kita kawal bersama kasus ini agar berjalan dengan adil dan transparan, demi terciptanya sepak bola Indonesia yang aman dan ramah bagi semua kalangan tanpa ada lagi ruang kekerasan.
Insiden keributan suporter The Jakmania dan Viking di Kragilan Kabupaten Serang
Diberitakan sebelumnya, Seorang Ibu dan Anak balitanya menjadi korban aksi brutal yang diduga dilakukan oleh suporter Persija Jakarta yaitu The Jakmania Kabupaten Serang.
Diketahui, peristiwa bentrok antar suporter itu terjadi di wilayah Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang-Banten pada Minggu (7/6/2026) malam.
Saat itu Distrik Viking Korwil Kragilan, Serang Timur tengah melakukan kegiatan Roadshow dan silaturahmi, hingga sekitar pukul 21:00 WIB situasi berlangsung aman serta kondusif.
Setelah beberapa jam kemudian, ketika sedang membacakan berdoa, situasi menjadi berubah saat Suporter The Jakmania menyerah lokasi Roadshow dan silaturahmi Viking .
"Secara tiba-tiba rombongan tersebut masuk ke area kegiatan dan langsung melakukan penyerangan terhadap peserta yang berada di lokasi. Padahal saat itu acara sudah hampir selesai dan kami sedang berdoa bersama," kata Faizin Pengurus Distrik Viking Serang Banten.
Di lokasi kejadian lanjut Faiz membeberkan, ada bocah perempuan dan balita masih berumur 2 tahun bahkan seorang ibu terlihat berusaha melindungi anaknya saat terjadinya penyerangan.
"Situasi langsung menjadi panik, kami melihat kehadiran sejumlah anggota dan pengurus The Jakmania Kabupaten Serang yang diketuai Raka Putra Sanjaya," ujarnya.
Faiz menyayangkan atas kejadian peristiwa ini. Dia menyebut kegiatan yang lakukan adalah murni agenda silaturahmi dan konsolidasi internal.
Tidak ada niat memprovokasi justru kata Faiz acara tersebut berakhir dengan adanya penyerangan yang mengakibatkan beberapa anggota Viking yang hadir mengalami luka-luka.
Atas kejadian ini, Distrik Viking Serang Banten meminta kepolisian dapat mengusut tuntas dan tangkap pihak-pihak yang terlibat dan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar kejadian serupa tidak kembali terulang kembal.
"Kami menyerahkan proses ini kepada pihak berwenang dan berharap ada penegakan hukum yang adil demi menjaga keamanan serta kondusivitas di wilayah Kabupaten Serang," tukasnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar