SERANG | Penyegelan aktivitas galian C di Kampung Curug Bonteng, Desa Kramatjati, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, yang dilakukan Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto bersama DLH Banten beberapa hari lalu viral di media sosial.
Namun ironisnya, aktivitas serupa diduga masih bebas beroperasi di wilayah Pabuaran, yang informasi yang didapat merupakan kawasan tempat tinggal Menteri dan Bupati Serang.
Hasil investigasi media menemukan adanya aktivitas tambang Galian C yang diduga ilegal di Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. Lokasinya berada tepat di jalur utama yang setiap hari dilintasi rombongan pejabat.
Di lokasi, aktivitas penambangan berlangsung terbuka. Alat berat jenis excavator tampak terus mengeruk bukit. Setiap hari, belasan dump truk bermuatan tanah hilir mudik keluar masuk lokasi tambang.
"Sudah lama beroperasi. Anehnya seolah kebal hukum. Padahal ini jalur yang sering melewati rumah tinggal Bupati dan rombongan Menteri," ujar seorang warga Pabuaran yang enggan disebutkan namanya, Rabu (16/09/2026).
Warga mengeluhkan dampak langsung dari aktivitas tersebut. Jalan yang dilalui truk tambang rusak parah, berdebu pekat di musim kemarau dan licin serta membahayakan saat musim hujan.
Selain dugaan ilegal, aktivitas angkutan tambang ini juga diduga melanggar Keputusan Gubernur Banten Nomor 567 Tahun 2025 yang ditandatangani Gubernur Andra Soni pada 28 Oktober 2025. Aturan tersebut membatasi jam operasional kendaraan angkutan tambang Mineral Bukan Logam dan Batuan hanya pada pukul 22.00 hingga 05.00 WIB.
"Faktanya kegiatan keluar masuk kendaraan dump truk terus berlangsung. Keputusan Gubernur Banten diabaikan, dan warga hanya diam karena takut," ungkap warga lainnya.
Hingga kini belum terlihat adanya penindakan nyata di wilayah Pabuaran. Warga berharap aparat penegak hukum tidak tebang pilih.
Masyarakat mendesak Polda Banten dan Dinas ESDM Provinsi Banten segera turun ke lokasi untuk memeriksa legalitas perizinan dan menutup permanen jika terbukti ilegal.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar