Pendiri Majelis Dzikir As-Sohibulkiah: Dzikir Tanpa Ilmu Ibarat Sayur Tanpa Garam

Ansori S
Jumat, Oktober 30, 2026 | 00:12 WIB Last Updated 2026-10-29T17:12:48Z
Dok. Dzikiran Rutin
SERANG | Rutinitas Majelis Dzikir As-Sohibulkiah kembali digelar dengan khidmat di Komplek Makam Nyimas Ratu Panca Inten, Kampung Ragas Ilir, Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Banten, pada Kamis (29/10/2026) malam. 


Acara rutin tersebut diawali dengan pembukaan pembacaan lafadz Bismillah dan lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh KH. Samsuri asal Ragas Purwodadi.


Dalam sambutan dan tausiyahnya, Pendiri Majelis Dzikir As-Sohibulkiah Kh. Muhammad Abdul Rouffurokhim menekankan pentingnya memperkuat keimanan dan ketauhidan, bukan sekadar lisan berdzikir.


Ia mengibaratkan dzikir tanpa ilmu, seperti sayur tanpa garam, hampa dan kopong.


"Jangan sampai kita seperti melatih burung beo, hanya bisa mengucap Laa Ilaaha Illallah tapi tidak tahu maknanya. Kita harus mantapkan ketauhidan dan keimanan kita," tegasnya di hadapan jama'ah.


Ia juga menyampaikan pesan agar jamaah selalu memelihara kepercayaan kepada Allah SWT, karena lafadz Laa Ilaaha Illallah adalah kunci surga. Sebagaimana disebutkan, seorang pendosa sekalipun jika di akhir hayatnya mampu mengucapkan kalimat tauhid dengan penuh keimanan, maka akan masuk surga.


Pada kesempatan itu, ia juga mengusulkan agenda baru, yakni pembacaan kitab kuning atau kajian hukum agama (fikih, tauhid, syariat) setiap malam Jumat pukul 19.00 WIB sebelum dzikir dimulai.


"Kalau tanpa kajian kitab, dzikirnya kurang plong. Pola pikir kita harus diluruskan dengan ilmu," ujarnya.


Setelah sambutan dan tausiyah, acara dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin bersama-sama  secara berjamaah, kemudian dzikir Laa Ilaaha Illallah sebanyak 1000 kali yang menggema khidmat di area makam keramat.


Rangkaian dzikir ditutup dengan doa penutup oleh Ustadz Ntus.


Sebagai bentuk kepedulian, di akhir acara Pendiri Majelis Dzikir As-Sohibulkiah KH. Muhammad Abdul Roufurrokhim membagikan sodakoh kepada anak yatim-piatu, para janda, serta seluruh jamaah yang hadir.


Kegiatan ini rutin digelar sebagai wujud pelestarian tradisi dzikir warisan ulama terdahulu dan mempererat silaturahmi antar jama'ah.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pendiri Majelis Dzikir As-Sohibulkiah: Dzikir Tanpa Ilmu Ibarat Sayur Tanpa Garam

Tidak ada komentar:

Trending Now

Iklan