Pernyataan Presiden Soal Bipang Ambawang, Solmet: Itu Bukan Ditujukan untuk Kaum Muslim

SERANG | Pernyataan Presiden Jokowi yang mempromosikan Kuliner Nusantara antara lain Gudeg Yogyakarta, Bandeng Semarang, Siomay Bandung, Pempek Palembang termasuk Bipang Ambawang makanan khas Kalimantan yang dikenal sebagai Babi Panggang tidak ada yang salah apalagi melecehkan umat Islam.


"Imbauan Presiden bukan ditujukan untuk Kaum Muslim untuk mengkonsumsinya melainkan ditujukan saudara saudara kita yang di luar Islam yang juga tidak bisa ikut melakukan tradisi mudik bertepatan dengan Hari Kenaikan Isa Almasih yang juga jatuh tanggal 13 Mei 2021 dan bertepatan juga dengan Hari Raya Idul Fitri," demikian keterangan Persnya dari Sekjen DPN Solidaritas Merah Putih Kamaludin, SE, Rabu 12 Mei 2021.


Harusnya dipahami dulu komunikasi yang disampaikan Presiden secara utuh, jangan setengah - setengah memahaminya. Bicara tentang mudik di tanah air, bukan hanya milik umat muslim saja melainkan umat yang bukan muslim pun melakukan prosesi mudik juga sejak lama sepanjang dinyatakan sebagai Hari Libur Nasional.


"Nah ini yang harus kita pahami, tahun ini terjadi aturan terkait tidak boleh adanya mudik dan terjadi penyekatan dalam batas-batas wilayah yang sudah diatur dalam ketentuan tertentu. Kondisi ini yang membuat masyarakat yang rindu kampung halaman," ujarnya.


Menurut Kamaludin, baik itu muslim maupun diluar muslim menjadi satu dalam pikiran yaitu rindu dan cinta akan kampung halaman serta saudara-saudara di kampung, termasuk rindu akan cita rasa kuliner di daerahnya masing - masing hanya saja dikarenakan untuk mencegah naiknya penyebaran Covid-19 akhirnya rasa rindu akan keluarga dan kuliner daerah tidak bisa terlaksana secara langsung karena ada larangan mudik hingga Presiden mempromosikan secara online dan ini sangat positif.


Lebih lanjut Kamaludin menyatakan keprihatinan atas opini yang terlalu dangkal memahami kalimat yang disampaikan seorang Presiden RI yang notabene membawahi rakyatnya dari berbagai Suku, Ras dan Agama dari Sabang sampai Merauke.


"Terlalu sempit mereka berfikir dan mengambil kesimpulan atas apa yang disampaikan seorang Presiden.Ya konyol lah kalau Presiden sebagai seorang Muslim yang baik dan taat menghimbau umat muslim untuk juga menikmati kuliner Bipang Ambawang," tandasnya.


"Saya pun sebagai umat muslim pasti akan protes juga tapi untungnya saya tahu apa yang dimaksud dengan penyampaian kalimat dari seorang Presiden, tentunya ini dimaksudkan untuk masyarakat diluar Islam yang juga tidak bisa mudik tahun ini dikarenakan pembatasan untuk mengantisipasi bertambahnya penyebaran Covid-19," ungkap Kamaludin.


Disisi lain, Kamaludin juga menyampaikan keheranannya Jubir Presiden Fadjroel Rahman yang mengelak dan membantah Bipang itu makanan khas Kalimantan yang bukan Babi Panggang.


Hal ini menurut saya tidak perlu, karena tidak ada yang salah dalam kalimat pidato Presiden tersebut, akui saja bahwa Presiden mempromosikan Babi Panggang Ambalang yang ditujukan kepada rakyatnya dan yang diluar Muslim.


Yang salah adalah orang-orang yang memaknai kalimat itu sepotong-sepotong dan pendalaman terhadap maksud dari kajian kalimat tersebut dianalisa secara dangkal. Apalagi secara ngawur dan mengejutkan ada pengamat dan relawan Jokowi sendiri yang mengintervensi Hak Prerogatif Presiden untuk minta Menteri Perdagangan M Lutfi dan Menteri Sekretariat Negara Pratikno bertanggung jawab dan mundur karena dianggap menyiapkan naskah pidato Presiden.


Orang Presiden sendiri saja nyaman koq dengan Kinerja 2 Menteri tersebut, koq ini yang bukan siapa siapa malah sok ngatur ngatur hak prerogatif Presiden atas Menteri Menterinya yang lagi fokus membantu sepenuh hati mengatasi Krisis ekonomi dan Krisis kesehatan akibat Pandemi Covid-19.


Padahal ada 4 hal positif yang dikatakan Presiden dalam Acara Hari Bangga Buatan Indonesia 8 Mei 2021. Pertama Presiden menghimbau agar masyarakat tidak mudik karena dikhawatirkan naiknya penyebaran Pandemi Covid-19 Yang kedua Presiden mempromosikan Kuliner Nusantara yang menghidupi jutaan rakyat kita ditengah sulitnya perekonomian dikarenakan Covid-19.


Yang ketiga Presiden mengajak masyarakat agar mulai berbisnis dan melek berbelanja secara online untuk efisiensi dan menaikan denyut perekonomian bangsa dan yang keempat adalah Presiden berani mewujudkan toleransi bahwa ada saudara kita juga sebagai pemilik Sah NKRI yang bebas mengonsumsi dan berjualan makanan yang halal bagi agamanya di tanah air kita tanpa ketakutan dan sembunyi sembunyi atau dilarang larang siapapun.


"Akhir kata mengakhiri bulan Suci Ramadhan saya atas nama Keluarga Besar Solmet yang berada di seluruh Indonesia dan Luar Negeri mengucapkan Selamat Merayakan Hari Raya Idhul Fitri 1442 H dan Hari Kenaikan Isa Al Masih," demikian Kamaludin mengakhiri.


Sumber: Solmet

Post a Comment

0 Comments