Warga Desa Mekarsari Minta dengan Tegas kepada Kontraktor Jangan Kerjakan Proyek Asal-asalan

SERANG | Menindak lanjuti terkait kegitan proyek jalan Kabupaten di jalan penghubung Wewuluh - Mekarsari Kecamatan Binuang dan Carenang Kabupaten Serang - Banten yang diduga tidak sesuai spesifikasi, warga Mekarsari meminta kontraktor jangan mempekerjakan orang yang tidak mengerti dan menjadi proyek asal-asalan.


Menurut warga masyarakat Desa Mekarsari Ahmad Jaenudin saat di wawancarai serangtimur.co.id di lokasi terkait proyek jalan Wewuluh-Mekarsari, dirinya mengaminkan dan berterima kasih kepada pemerintah daerah adanya pembangunan di wilayahnya namun ia berharap agar pekerjaan itu sesuai, bukan hanya asal jadi saja.


"Saya sebagai masyarakat yang menikmati berharap kepada Kontraktor supaya pekerjaan ini sesuai bukan hanya asal jadi dan mengambil keuntungannya saja," tegasnya, Jum'at (27/8/2021).


lebih lanjut Ahmad Jaenudin mengatakan, jika awalnya saja sudah seperti ini, bagaimana kedepannya? sedangkan jalan ini kami yang menggunakan dan kami pula yang merasakan.


Berita terkait:

https://www.serangtimur.co.id/2021/08/warga-desa-mekarsari-minta-dengan-tegas.html?m=1


"Kontraktor jangan hanya ngambil untungnya saja, karena jalan ini kami yang menggunakan dan kami juga yang merasakan sebagai masyarakat Mekarsari, apalagi di anggarkanya besar Rp.4,5 Milyar," tandasnya.

Sementara itu, pelaksana di lapangan Panpam saat dikonfirmasi di lokasi, menurutnya jalan itu seperti perahu, dan tidak mau tekor di LC dan untuk U-Ditc tidak ada hulu hilir dan tidak tersedianya lokasi penampung.


"Kita juga melihat area seperti perahu, kita juga gak mau ambil resiko. Kalau untuk U-Ditch awalnya kita mau pasang di depan, berhubung tidak ada pembuangannya jadi kita pasang yang ada saja, walaupun di situ kurang untuk pembuangannya karena terlalu sempit jadi berbalik,"  ujarnya.


Masih di lokasi yang sama, Konsultan pengawas Agus, ketika di tanyakan soal terkait galian agregat dan bahan material yang di gunakan pada agregat LPA/LPB dirinya mengatakan dirinya sudah membuat surat teguran kepada kontraktor.


"Itu sebagian besar, karena dari awal garisnya juga kedalam dan itupun berfariasi. Saya sudah kasih surat teguran karena memang kedalaman galian berfariasi, dan untuk kontur tanahnya kalau untuk jenis batu untuk agregat LPA/LPB itu ukurannya LPA 21-23dan Untuk LPB ukuran 35," kata Agus.


"Waktu awal iya ada tuh pengiriman yang bagus dan yang jelek akan tetapi kita surtir lagi dan yang jelek iya dibuang di sawah," Imbuhnya.


Untuk diketahui, pekerjaan proyek penghubung jalan Wewuluh - Mekarsari yang di kerjakan oleh PT.CAHAYA DWIPUSAKA MANDIRI yang bersumber dari DTU-BANGUB-APBD Kabupaten Serang, tahun anggaran 2021 dengan nomor kontrak 620/07-PK.HS.4425245/SPK/JL.WWLH-MKSR/KPA-BM/DPUPR/2021 Dengan Nilai Kontrak Rp. 4.500.000.000; dengan jenis pekerjaan Betonisasi dengan volume panjang 1.435 M dengan lebar 4,5 M dan Konsultan pengawas PT. TANOERAYA KONSULTAN, masyarakat meminta dengan tegas agar kontraktor mengerjakan proyek yang sesuai dan tidak asal-asalan.


(*/Lan_Cep)

Post a Comment

0 Comments