Mendagri Tito Sebut Hanya Ada Satu KADIN di Indonesia

Ansori S
Jumat, Juni 24, 2022 | 00:01 WIB Last Updated 2022-06-23T17:01:15Z
Dok. Mendagri Tito Karnavian (ist) 

BANTEN | Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menyatakan dukungannya terhadap keberadaan satu-satunya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sebagai induk organisasi dunia usaha di Indonesia. 


Hal ini disampaikannya saat acara penutupan Musyawarah Nasional Khusus (Munassus) di ICE BSD, Tangerang, Banten pada Kamis, 23 Juni 2022.


Munassus Kadin diselenggarakan dalam rangka mengesahkan rancangan penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) Kadin Indonesia, dengan mengangkat tema Konsolidasi Organisasi yang Inklusif dan Kolaboratif dalam Meningkatkan Kinerja KADIN. 


"Berakhirnya Munassus dengan hasil AD dan ART yang lengkap dan sempurna, memberikan kepastian kepada pemerintah, bahwa Kadin Indonesia dibawah pimpinan Ketua Umum Arsjad Rasjid merupakan satu-satunya induk organisasi dunia usaha di Indonesia, serta memberikan kepastian hukum, dimana akan memunculkan kepercayaan rakyat," ucap Tito Karnavian. 


Tito juga mengatakan, bahwa  AD ART merupakan pondasi dan pilar Kadin Indonesia. Kadin diharapkan kuat secara legitimasi hukum dan sosial, baik dari internal maupun masyarakat umum. 


"Kementerian Dalam Negeri akan memfasilitasi Kadin dengan memberikan surat edaran dan sosialisasi kepada pemerintah-pemerintah daerah, asosiasi dan masyarakat luas jika Kadin Indonesia hanya ada satu," ucap Tito.


Pada pembukaan Munassus, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan juga menegaskan pentingnya Kadin bersatu untuk memperkuat posisinya sebagai mitra pemerintah, sehingga dapat lebih bersinergi dengan pemerintah.


"Munassus merupakan acara yang sangat penting agar KADIN dapat menjadi lebih kuat layaknya magnet dari pemerintahan dan membantu pemerintah untuk menghadapi serta mengatasi tantangan-tantangan yang ada saat ini sehingga mempercepat proses pemulihan dan transformasi ekonomi Indonesia, demi terwujudnya Indonesia Maju," ucap Luhut. 


Sementara Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan, dunia usaha bersama pemerintah harus berintegrasi secara harmonis untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif dalam rangka meningkatkan perekonomian nasional.


"Kadin Indonesia adalah mitra strategis pemerintah dalam memberdayakan potensi dunia usaha yang ada di seluruh wilayah Indonesia dan mendorong pembangunan ekonomi nasional dan daerah, untuk mewujudkan Indonesia Emas di tahun 2045, dimana Indonesia dapat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-5 di dunia," papar Arsjad Rasjid. 


Maka dari itu kata dia, penyempurnaan AD ART ini akan mengokohkan posisi Kadin Indonesia sebagai satu-satunya induk organisasi dunia usaha di Indonesia yang lahir dari Undang Undang. 


Tidak adanya penyempurnaan kembali AD ART selama 12 tahun, membuat AD ART harus disesuaikan dengan perubahan dan perkembangan zaman, khususnya di bidang teknologi informasi dan ekonomi, juga keadaan yang dihadapi Indonesia saat ini. 


Terlebih, adanya tantangan seperti konflik geopolitik Ukraina-Rusia, krisis pangan dan naiknya inflasi yang dapat memicu timbulnya krisis politik dan krisis sosial. 


"Meskipun tantangan yang sedang dihadapi dunia termasuk Indonesia cukup kompleks, namun perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5.01% (yoy). Maka dari itu, kita harus bersatu dan menyempurnakan AD ART, demi memperkuat internal organisasi Kadin Indonesia, agar Kadin mampu menghadapi tantangan-tantangan sekaligus memanfaatkan peluang-peluang dalam perannya sebagai payung organisasi dunia usaha yang resilient, mandiri dan professional serta menjadi mitra Pemerintah yang adaptif dan responsif dalam melaksanakan visi, misi dan programnya," ucap Arsjad.


Arsjad juga menambahkan, sempurnanya AD ART juga memberikan fungsi keseimbangan peran dan tanggungjawab antar komponen lembaga yang ada dalam organisasi Kadin yang satu, inklusif dan kolaboratif, serta mengurangi kemungkinan perbedaan pendapat yang multitafsir yang akan menjadi faktor negatif bagi dinamika organisasi KADIN. 


Tak hanya itu, Pemilu 2024 merupakan salah satu faktor diperlukannya AD/ART yang kuat dan sempurna. Hal ini dikarenakan salah satu pembahasan AD/ART adalah mengenai rencana dan pandangan Kadin Indonesia ke depannya. 


"Untuk menghadapi Pemilu 2024, kami mengusung slogan "Bertanding untuk Bersanding" yang didasari oleh nilai gotong royong, untuk menyejahterakan rakyat melalui kebijakan-kebijakan yang baik dan berkelanjutan dimana membuat investasi lebih mudah, memunculkan pengusah-pengusaha baru yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru sehingga dapat mengurangi kemiskinan di Indonesia," ucap Arsjad.


[Red]

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mendagri Tito Sebut Hanya Ada Satu KADIN di Indonesia

Tidak ada komentar:

Trending Now

Iklan