BANDUNG | Doni Nurdiansyah merilis album terbaru bertajuk Momentum 40, karya yang lahir dari perenungan dan perjalanan 40 tahun hidupnya. Menggunakan nama asli sebagai identitas bermusik, Doni ingin menghadirkan karya yang benar-benar merefleksikan dirinya secara utuh.
Ia mengaku tidak tumbuh dari jalur industri musik formal, melainkan dari kebiasaan mendengar, menulis, dan merenung. Kini, musik menjadi ruang dialog dengan diri sendiri, bukan sekadar pelarian.
Sebagai solois, Doni merasa lebih leluasa bercerita tentang luka, ragu, dan lelah tanpa kompromi berlebihan. Karakter musiknya tenang dan naratif. “Saya suka menyebutnya musik yang menemani, bukan mendominasi,” ujarnya.
Proses pengerjaan album berlangsung pelan dan penuh pertimbangan emosi. Ia hanya menulis saat perasaan benar-benar matang.
Benang merah album ini adalah tentang bertumbuh tanpa tergesa dan menerima bahwa tak semua hal harus meledak untuk bermakna.
Respons awal pendengar terbilang hangat. Doni berharap lagu-lagu di Momentum 40 bisa menemukan mereka yang sedang membutuhkan—tanpa harus mengejar target berlebihan. (*/Ysf)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar