![]() |
| Foto: Kusnadi Pratama (Koboy Lawyer) |
Senyumnya ringan, tawanya lepas. Dialah Kusnadi Pratama, Sarjana Hukum, yang lebih dikenal di lapangan dengan panggilan “Jerry”. Julukan itu lahir dari candaan masa SMA.
“Nama Kusnadi sering diplesetkan jadi Kus Tikus. Jadi sekalian saja dipanggil Jerry, seperti Film Tom & Jerry,” ujarnya sambil tertawa santai.
Namun di balik perawakan yang jenaka itu, tersimpan perjalanan hidup yang tidak ringan. Jerry bukan lahir dari keluarga berada. Ia adalah anak seorang nelayan sederhana bernama Samsoeri sosok yang menjadi inspirasi terbesarnya.
Inspirasi Seorang Ayah Nelayan
Samsoeri ayahnya bukan sekadar kepala keluarga. Ia adalah sekolah kehidupan bagi Jerry. Seorang nelayan di Laut Carita Pandeglang yang bekerja dari pagi hingga larut malam, menantang ombak dan angin demi menghidupi keluarga.
Sosok ayahnya dikenal gigih, tekun, dan pantang menyerah. Dalam mendidik anak-anaknya, ia tak pernah memanjakan. Hidup harus ditempa dengan rasa susah agar tahu arti uang dan perjuangan.
“Sekolahlah yang tinggi. Jangan seperti ayah, sering dibohongi orang, ditipu orang, bahkan diremehkan,” pesan itu yang terus terngiang dalam ingatan Jerry.
Didikan keras itu membekas. Ia pernah dimarahi bahkan dihukum dan dipanggang bagaikan ikan bakar karena bolos sekolah. Bagi sang ayah, pendidikan adalah jalan keluar dari kerasnya kehidupan pesisir. “Mau jadi apa lu kalau tidak sekolah?” kalimat itu menjadi cambuk sekaligus doa demi investasi terbaik bagi anak di masa depan.
Meski keras, Samsoeri dikenal dermawan. Di tengah keterbatasan, ia tetap ringan tangan bersedekah dan membantu sesama. Dari sanalah Jerry belajar bahwa harga diri dan kebaikan hati jauh lebih mahal dari sekadar materi.
Menempuh Jalan Hukum jadi Pengacara
Rasa sakit melihat orang tuanya diremehkan dan diperlakukan tidak adil menjadi titik balik. Jerry bertekad menempuh pendidikan hukum. Ia ingin menjadi orang yang tidak mudah ditipu, tidak gampang menipu, dan mampu berdiri membela yang lemah.
Baginya, hukum bukan sekadar profesi. Hukum adalah alat untuk menegakkan keadilan dan melawan ketidakadilan dan saya mempunyai tagline dalam bekerja menjadi pengacara "Tegakkan Keadilan Tenggelamkan Kedzoliman!"
Ia memilih Jakarta sebagai medan perjuangan. “Di Jakarta, tokoh, pengusaha, dan politisi ada di sini. Saya ingin belajar, berkoneksi, dan sukses bersama orang-orang sukses,” katanya.
Dari kampung nelayan menuju hiruk pikuk ibu kota, langkahnya mungkin tak selalu mudah. Namun satu hal yang tak berubah adalah mengenai prinsip yang diwariskan sang ayah kerja keras, integritas, dan keberanian.
Kini, sebagai pengacara yang dijuluki “Koboy Lawyer”, Jerry tetap membawa nilai-nilai pesisir dalam setiap langkahnya: sederhana dalam hidup, tegas dalam sikap, dan tidak takut menghadapi ombak sebesar apa pun.
Karena baginya, hidup adalah lautan. Dan ia telah belajar sejak kecil bagaimana cara menaklukkannya dalam situasi apapun dan kondisi apapun.
Penulis: Setiawan Jodi Fakhar



Tidak ada komentar:
Posting Komentar