Zakiyah Dinilai Takut Terhadap Oligarki, Proyek Ciujung City Makin Gila, Plang Lahan Negara jadi Sampah

Ansori S
Sabtu, Mei 16, 2026 | 00:25 WIB Last Updated 2026-05-15T17:25:19Z
Dok. Plang lahan milik Negara dicabut PT. EAN
SERANG | Plang lahan milik Negara ditumbangkan oleh proyek di Ciujung City, bagian dari ketidakseriusan kepala Daerah Kabupaten Serang melindungi aset dan juga kepentingan masyarakatnya. 


Padahal, adegan itu adalah gambaran paling telanjang dari carut-marut Proyek PT Elok Abadi Nusantara (EAN) yang kini dikepung kemarahan warga.


Warga Ciujung City Kragilan, angkat suara keras-keras. Mereka menuntut pertanggungjawaban setelah janji soal fasilitas umum, khususnya akses jalan, hanya jadi angin lalu.


Pertemuan dengan Project Manager perusahaan, Dwi dan Hepi, disebut warga hanya catatan kosong. Di lapangan, jalan dari pintu gerbang ke perumahan masih amburadul, berlubang, jauh dari kata layak dilewati.


Sebelumnya, media serangtimur.co.id, mengkonfirmasi Kepala Dinas Perkim Kabupaten Serang untuk menyetop sementara proyek ini. Alasannya jelas, bahwa izin belum lengkap dan belum sah.


Tapi anehnya, sampai hari ini mesin proyek tetap berderu. Keberanian Ratu Racahmatuzakiyah sebagai Bupati Kabupaten Serang Bahagia diminta untuk melakukan penyetopan sementara tak kunjung dilakukan. 


"Kalau memang salah, kenapa tidak disetop? Dimana keberanian pimpinan daerah Kabupaten Serang Bahagia," ucap warga dengan nada menohok, Jum'at (15/5). 


Warga tidak meminta belas kasihan kepada Pemrintah, mereka menuntut keterbukaan dan enam dokumen krusial ini diminta dibuka secara gamblang di hadpan publik. 


1. PKKPR (Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang). 

2. PBG (Persetujuan Bangunan Gedung). 

3. Perizinan Lingkungan AMDAL/UKL-UPL/SPPL.

4. Rekomendasi Andalalin dari Dinas Perhubungan. 

5. NIB/KBLI (lokasi usaha di Kendayakan-Kragilan). 

6. Sertifikat standar dan izin yang terverifikasi kementerian/OPD


Kemarahan warga bmemuncak karena proyek berdiri tepat di bibir jalan kabupaten penghubung Kragilan - Cikeusal - Petir - Pamarayan. 


Yang saat ini terlihat, jalan sempit tanpa pagar pengaman, langsung berbatasan dengan sungai irigasi, tambu safety proyek nihil, rambu keselamatan pengguna jalan umum kosong.


Sementara, setiap hari pengendara roda dua dan empat melintas dengan nyawa dipertaruhkan.


Parahnya lagi, adanya pencabutan papan tanda tanah milik negara, bahkan kini tergeletak pasrah di tanah seperti sampah. Bagi warga, ini bukan sekadar papan yang hilang, namun ini soal wibawa hukum yang diinjak.


"Kami bukan anti-investasi, tapi keselamatan publik dan kepatuhan hukum tidak bisa ditawar. Hentikan dulu aktifitasnya sampai semua beres," tegas warga.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Zakiyah Dinilai Takut Terhadap Oligarki, Proyek Ciujung City Makin Gila, Plang Lahan Negara jadi Sampah

Tidak ada komentar:

Trending Now

Iklan