![]() |
| Dok. Lakalantas di depan Proyek PT. EAN |
Akibat kecelakaan yang melibatkan 2 sepeda motor itu, dua orang perempuan yang berboncengan mengalami luka patah kaki kanan.
Korban membonceng ibunya pulang dari Pasar Mracang. Saat di turunan pertigaan jembatan, pengendara Honda Scoopy hendak belok kanan ke Perumahan Ciujung City. Dari arah berlawanan muncul pengendara Honda Beat.
Pandangan keduanya tertutup dua truk yang parkir di pinggir kali, tepat di ujung jembatan. Ditambah kondisi jalan menurun dan rusak, tabrakan pun tak terhindarkan.
Warga menyoroti PT EAN yang dinilai abai terhadap keselamatan di sekitar proyek. Padahal progres pembangunan ruko dan perumahan sudah mencapai sekitar 80%.
"Dari awal sudah diingatkan lewat media soal pentingnya Andalalin. Buktinya sampai sekarang tidak ada rambu, tidak ada papan 'Hati-hati Ada Proyek'. Yang ada hanya jalan dilebarin, tiang listrik dicabut. Wajar kalau pengendara kencang dan rawan laka," ujar warga,, kepada serangtimur.co.id sabtu (04/07)
Selain itu, di sepanjang jalan pinggir kali irigasi dari Kampung Pasir Binong sampai pertigaan Jembatan Sentul juga tidak ada pembatas pengaman. Padahal arus kendaraan proyek dan warga cukup padat.
Warga juga menyoroti lambannya respon Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Perhubungan terkait pengawasan proyek besar yang berpotensi menimbulkan bangkitan lalu lintas tinggi.
"Ini PR besar untuk Bupati Serang. Masa proyek sebesar ini jalan terus tapi rambu keselamatan tidak dipenuhi. Andalalin itu wajib, bukan pilihan. Jangan tunggu ada korban dulu baru ditertibkan," tegas warga.
Andalalin memang wajib bagi pembangunan yang menimbulkan tarikan kendaraan tinggi seperti perumahan dan kawasan komersil. Dokumen ini harusnya jadi syarat izin dan memuat rekomendasi rambu, marka, hingga rekayasa lalu lintas.
Warga Ciujung dan Kedayakan meminta PT EAN segera memasang rambu peringatan, marka jalan, dan berkoordinasi dengan Dishub. Sementara kepada Bupati Serang, warga meminta evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek besar agar tidak mengorbankan keselamatan masyarakat.
"Atas nama warga, kami hanya minta satu yaitu keamana dan jangan sampai ada korban berikutnya karena pembiaran," pungkas warga. (No)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar