![]() |
| Foto: Istimewa |
Dari ratusan desa, hanya 70 desa yang terpilih, termasuk Desa Dukuh, Kecamatan Kragilan yang untuk pertama kalinya ikut serta.
Momen ini dimanfaatkan warga Desa Dukuh sebagai pemicu semangat membenahi kebersihan lingkungan dan melengkapi sarana prasarana desa.
"Kesan dan pesannya luar biasa. Ini lomba pertama Desa Dukuh mengikuti BBGRM. Memang masih banyak kekurangan, mulai dari kelengkapan Pos Ronda, sarana prasarana, ruang Posyandu, dan beberapa ruangan lainnya," ujar Kepala Desa Dukuh, Harrys Prayitno, saat ditemui serangtimur.co.id, Kamis (27/8).
Meski masih banyak PR, Harrys optimis.
"Untuk ke depan kita siap mengikuti lomba lagi. Semoga kita juara, amin," katanya.
Partisipasi pertama Desa Dukuh di BBGRM ini disambut positif warga. Sejumlah warga menyebut banyak perubahan yang dirasakan selama kepemimpinan Kepala Desa Dukuh Harrys Prayitno.
"Alhamdulillah di zaman Pak Lurah Harrys ini banyak perubahan. Dulu jalan masih rusak, sekarang sudah paving blok. Beberapa lampu jalan juga sudah ada, jadi malam lebih terang dan aman, terlihat juga 18 RTLH yg sudah terbangun, Gotong royong juga mulai hidup lagi," ujar salah satu warga Kampung Krawen.
Hal senada disampaikan RT 09, Andhika Pratama Alias Baceng.
"Dulu banyak rumah yang masih tidak layak alias bilik. Sekarang sudah banyak yang dapat rutilahu. Posyandu juga lebih aktif. Kami warga merasa terbantu," katanya.
Di tengah rangkaian BBGRM, persoalan sampah menjadi sorotan utama. Harys menegaskan pihaknya gencar mengimbau warga agar menjaga kebersihan.
"Kalau untuk himbauan terkait sampah selalu kita sampaikan ke seluruh masyarakat. Jangan sampai buang sampah asal. Sampah itu bukan masalah kecil," tegasnya.
Ia berharap Desa Dukuh bisa menjadi contoh.
"Insya Allah Desa Dukuh akan memberikan contoh yang baik untuk lingkungan yang bersih terus," lanjutnya.
Harys menjabat Kades Dukuh sejak 1 November 2022. Selama 4-5 tahun terakhir, ia menyebut banyak kemajuan infrastruktur yang sudah dirasakan berkat dukungan warga dan Muspika.
Beberapa capaian yang sudah terealisasi:
1. Rutilahu sebanyak 18 unit rumah tidak layak huni sudah dibangun.
2. PJU sebanyak 7 titik Penerangan Jalan Umum terpasang di jalur arah Palembang ke Dukuh..
3. Gorong-gorong sudah terpasang di Kampung Pasir Binong, Kampung Nagreg, dan Palembang.
4. Jalan lingkungan Paving blok sepanjang hampir 3.000 meter lebih sudah terbangun sehingga jalan desa lebih rapi.
Namun masih ada pekerjaan rumah besar. Desa Dukuh belum memiliki sarana olahraga karena tidak memiliki tanah bengkok.
"Ini PR kita ke depan. Kami masih mencari dinas yang bisa membantu menyiapkan lahan. karena Dana Desa tidak bisa digunakan untuk membeli lahan fasilitas desa. Prihal seluruh wilayah Desa Dukuh ini tanahnya tanah sawah, tidak ada tanah datar," jelas Harrys.
Camat Kragilan M. Mujtahidi menyebut BBGRM bertujuan menghidupkan kembali semangat gotong royong.
"Tujuannya supaya gotong royong ini tumbuh lagi. Bukan hanya saat ada kegiatan, tapi semua masyarakat. Dulu setiap Jumat kerja bakti, sekarang sudah mulai berkurang," kata Mujtahidi.
Soal sampah, ia menyebut Pemkab Serang sedang merevisi Perda lama. Ke depan pengelolaan akan melibatkan Dinas LH dengan membentuk UPT dan mewajibkan desa punya TPS sementara.
"Kendalanya kendaraan kita terbatas. Di Kragilan ada 5, tapi yang jalan cuma 3. Makanya banyak vendor swasta yang masuk, silakan saja yang penting bersih," ujarnya.
Ia juga menyoroti kesadaran warga yang masih rendah.
"Kita bersihin tiap Jumat dan Selasa, paginya sudah ada lagi yang buang di jalan. Ini PR kita semua. Bupati juga sedang berupaya agar pembuangan akhir sampah bagus. Intinya harus bareng-bareng," tegasnya.
Kasi PMD Kecamatan Kragilan, Muhidin, menjelaskan kriteria penilaian BBGRM meliputi kebersihan kantor desa, penataan halaman, dan partisipasi warga.
"Yang dinilai mulai dari halaman, dalam kantor, penataan di ruangan, dan partisipasi warga," kata Muhidin.
Di Kecamatan Kragilan ada 3 Desa yang lolos mewakili tahun ini, Desa Cisait, Desa Dukuh, dan Desa Tegal Manja. Untuk Kecamatan Kragilan, jadwal penilaian dijadwalkan pada 27 Agustus 2026.
(*/Sutrisno)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar