![]() |
| Dok. Istimewa |
Peringatan dua tahun BAPEKSI menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mengevaluasi perjalanan organisasi dalam menjalankan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran DPP BAPEKSI, di antaranya Ketua Bidang Hukum Ardi Kusuma dan Bendahara Umum Arinawati. Hadir pula jajaran DPD BAPEKSI Banten beserta DPC, DPD BAPEKSI Jakarta, serta DPD BAPEKSI Jawa Barat dan jajaran DPC.
Ketua Pelaksana HUT ke-2 BAPEKSI sekaligus Ketua DPC BAPEKSI Bogor, Eka Harijhayanti, S.E., menyampaikan bahwa peringatan HUT bukan hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk mendorong potensi masyarakat dan pelestarian budaya lokal.
Ia menyoroti Batik Ciwitan yang saat ini masuk nominasi lima besar tingkat Jawa Barat dan tengah mengikuti proses kurasi untuk ajang tingkat nasional.
Menurutnya, Batik Ciwitan juga diharapkan dapat ditetapkan sebagai salah satu batik yang digunakan oleh aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bogor.
"Semoga keberadaan BAPEKSI pada usia dua tahun ini semakin memberikan manfaat bagi masyarakat luas," ujar Eka.
Sementara itu, Ketua Umum DPP BAPEKSI, Mayjen TNI Purn. Dr. H. Tb. Hasanuddin, S.E., M.M., mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan BAPEKSI selama dua tahun terakhir, termasuk kiprah LBH BAPEKSI dalam membantu masyarakat.
Ia juga menyoroti sejumlah program pemberdayaan masyarakat, seperti pengembangan pembibitan ikan, program desa mandiri yang dijalankan BAPEKSI Kabupaten Serang, serta pengembangan produk air minum kemasan Cibaduy.
Dalam momentum HUT ke-2 tersebut, BAPEKSI juga memperkuat kesiapsiagaan sosial melalui peluncuran Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Bencana. Satgas tersebut dipersiapkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana dan dapat dikerahkan ke berbagai wilayah di Indonesia.
Hasanuddin juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan keterampilan masyarakat melalui pelatihan menenun Batik Ciwitan di Jawa Barat.
Program tersebut diharapkan tidak hanya menjaga keberlangsungan budaya lokal, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal BAPEKSI, H. Bahroji, S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa memasuki usia dua tahun, BAPEKSI melakukan penyegaran identitas organisasi melalui perubahan logo yang menampilkan simbol tangan terkepal.
Menurut Bahroji, simbol tersebut menggambarkan semangat untuk terus bergerak dan mempererat persatuan seluruh elemen organisasi.
"Logo baru ini menjadi simbol bahwa kita harus terus bersemangat dan merapatkan barisan untuk hadir di tengah masyarakat," katanya.
Bahroji menambahkan, peluncuran Satgas Tanggap Bencana merupakan salah satu bentuk gerakan nyata BAPEKSI dalam memperluas kontribusi sosial.
Satgas tersebut diharapkan menjadi bagian dari kekuatan relawan yang dapat bergerak cepat ketika masyarakat membutuhkan bantuan akibat bencana.
(*/Jodi)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar