Peduli Lingkungan dan Kelestarian Sungai, Pemuda Cikedung Turun ke Rawa Danau

Ansori S
Kamis, September 24, 2026 | 16:12 WIB Last Updated 2026-09-24T09:12:45Z
Dok. Bersih-bersih Rawa Danau 
SERANG | Sampah yang tersangkut di batang pohon hingga menutup aliran Sungai Cidanau bagian hilir menjadi persoalan lingkungan yang tak bisa hanya diselesaikan dengan aksi bersih-bersih sesaat.


Di hilir aliran Sungai Cidanau yang berada di kawasan Cagar Alam Rawa Danau, Desa Cikedung, Kabupaten Serang, Banten, puluhan warga bersama pemuda, mahasiswa, kelompok pemerhati lingkungan dan sejumlah instansi turun langsung membersihkan sampah, Rabu (23/9/2026).


Mereka menyisir aliran sungai menggunakan perahu sampan. Sampah dan material penghambat aliran yang tersangkut di antara batang pohon maupun gulma diangkat menggunakan alat potong dan peralatan sederhana.


Aksi tersebut di Gagas Pemuda Lingkungan Hidup Desa Cikedung dan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, persoalan yang mereka hadapi bukan semata-mata tumpukan sampah yang terlihat di permukaan.


Bagi masyarakat Desa Cikedung, kelancaran Sungai Cidanau berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Aliran sungai yang tersumbat berpotensi menghambat air dan meningkatkan risiko banjir, sementara kelancaran pasokan air juga berkaitan dengan kebutuhan pertanian.


Ketua Pemuda Lingkungan Hidup (PLH) Desa Cikedung, Epul, mengatakan kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai aksi bersih-bersih satu hari.


Menurut dia, gotong royong membersihkan kawasan Rawa Danau perlu dilakukan secara rutin agar persoalan sampah tidak kembali menumpuk.


“Intinya, bersih-bersih Rawa Danau ini kita inginnya setiap bulan ada aksi gotong royong. Untuk pihak terkait, masalah sampah di lingkungan khususnya kita sama-sama bersihkan,” ujarnya.


Epul mengatakan keberadaan PLH Desa Cikedung menjadi ruang bagi pemuda untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungan, terutama kawasan di sekitar aliran Sungai Cidanau.


Ia menilai kebersihan sungai bukan hanya persoalan estetika. Ketika aliran sungai tersumbat, dampaknya dapat dirasakan masyarakat, termasuk terhadap pertanian.


“Kalau sungai ini dibersihkan, tujuannya pertama untuk mencegah banjir. Kedua, kalau aliran sungainya lancar, airnya juga bagus sehingga pertanian bisa lebih lancar,” katanya.


Karena itu, Epul mendorong agar persoalan sampah ditangani dari dua sisi sekaligus. Sampah yang sudah berada di sungai harus dibersihkan, sementara kebiasaan membuang sampah ke aliran sungai juga harus dihentikan.


Menurutnya, kolaborasi masyarakat, pemuda, pemerintah, dunia usaha dan kelompok pemerhati lingkungan menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan Sungai Cidanau.


“Intinya kepada masyarakat dan pemuda, kegiatan gotong royong ini harus terus dilakukan. Kita harus bersama-sama, masyarakat dan pemuda berkolaborasi untuk menangani sampah dan membersihkan aliran Sungai Cidanau,” ungkapnya.


Dalam kegiatan tersebut, turut terlibat PT Krakatau Tirta Industri (KTI), Perum Jasa Tirta II (PJT II), Pemerintah Desa Cikedung, BKSDA, serta unsur dan instansi terkait lainnya.


Epul mengapresiasi dukungan tersebut dan berharap kerja sama tidak berhenti pada satu kegiatan.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak terkait yang telah berkolaborasi dengan PLH Desa Cikedung, di antaranya PT Krakatau Tirta Industri, BKSDA dan PJT. Semoga ke depan kolaborasi ini terus berjalan dan selalu mendukung kegiatan PLH Desa Cikedung,” katanya.


Di watu yang sama, Manager Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perum Jasa Tirta II, Ratna Ningsih, mengatakan persoalan lingkungan di kawasan tersebut harus dilihat lebih jauh karena Rawa Danau merupakan kawasan konservasi yang memiliki fungsi ekologis penting.


Menurut Ratna, kegiatan membersihkan sungai memang diperlukan. Namun, pekerjaan yang lebih besar adalah membangun kesadaran masyarakat agar sampah tidak kembali masuk ke sungai.


“Kami sangat mendukung acara seperti ini karena memang sangat bermanfaat sekali untuk lingkungan di sekitarnya,” ujar Ratna.


Ia menegaskan, membersihkan sampah yang sudah menumpuk tidak akan menyelesaikan persoalan apabila perilaku membuang sampah ke sungai masih terjadi.


“Yang harus menjadi pekerjaan rumah kita adalah meningkatkan kesadaran masyarakat. Yang penting, tidak boleh lagi membuang sampah ke sungai karena akibatnya bisa mencemari lingkungan,” katanya.


Ratna mengingatkan bahwa kawasan tersebut merupakan wilayah konservasi dan hutan lindung yang kelestariannya perlu dijaga untuk kepentingan lingkungan dan generasi mendatang.


“Ini daerah konservasi dan hutan lindung yang sangat dijaga kelestariannya, lingkungannya dan alamnya untuk anak cucu ke depan,” ujarnya.


Dukungan PJT II terhadap kegiatan lingkungan di Desa Cikedung, kata Ratna, tidak hanya dilakukan dalam satu momentum.


Pihaknya sebelumnya turut mendukung kegiatan penanaman pohon di bagian hulu. Kali ini, kegiatan diarahkan ke bagian hilir melalui pembersihan aliran Sungai Cidanau.


“Untuk di Desa Cikedung ini kita sudah dua kali event atau kegiatan. Yang pertama terkait penanaman pohon di sebelah atas, kemudian yang kedua di sebelah bawah, yaitu kegiatan pembersihan sungai,” jelasnya.


Pola tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan di kawasan Cidanau membutuhkan penanganan dari hulu hingga hilir. Menanam pohon di hulu dan membersihkan aliran di hilir menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi lingkungan secara berkelanjutan.


PJT II juga membuka ruang kolaborasi untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. Ratna menyebut PJT II bersama PT Krakatau Tirta Industri memiliki pola kerja sama dalam mendukung kegiatan masyarakat di wilayah tersebut.


Masyarakat dan pemuda didorong menyampaikan usulan kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat maupun kelestarian lingkungan melalui mekanisme yang tersedia.


Ratna juga meminta PLH Desa Cikedung menjaga konsistensi dan kekompakan internal agar kegiatan lingkungan tidak berhenti setelah momentum tertentu.


“Semoga Pemuda Lingkungan Hidup di sini bahu-membahu, bersatu dan kompak untuk bisa bersinergi membangun kelestarian lingkungan. Jangan sampai putus, tetapi terus berlanjut dan kontinu kegiatannya,” tuturnya.


Menurut Ratna, kekompakan komunitas menjadi salah satu modal penting agar gerakan lingkungan dapat bertahan dalam jangka panjang.


“Dari internal pemudanya sendiri harus dijaga kekompakannya. Satu komunitas yang kompak sangat mendukung keberhasilan kegiatan,” pungkasnya.


Sekwdar informasi kegiatan ini di hadiri BKSDA, PJT II, KTI, Mahasiswa, Serta Kepala Desa dan Perangkat Desa Cikedung.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Peduli Lingkungan dan Kelestarian Sungai, Pemuda Cikedung Turun ke Rawa Danau

Tidak ada komentar:

Trending Now

Iklan